TOLITOLI,netiz.id — Kondisi pelayanan rumah sakit rujukan di Kabupaten Tolitoli kembali menjadi sorotan. Kepala Dinas Kesehatan Tolitoli, M. Nasir H. Hasan Dg. Marumu, mengungkapkan masih terjadi antrean panjang hingga enam jam akibat membludaknya pasien dan terbatasnya tenaga medis, terutama spesialis kejiwaan.
Hal ini ia sampaikan dalam rapat kerja bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, di Aula Hotel Alatas, Jumat (03/10/25).
“Kami berharap Ibu Wakil Gubernur dapat meninjau langsung kondisi rumah sakit rujukan di Tolitoli. Dukungan dari pemerintah provinsi sangat kami butuhkan,” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Wagub berjanji mendorong pemenuhan tenaga medis lokal. Ia menekankan agar putra-putri daerah yang tengah menempuh pendidikan kedokteran mendapat fasilitas agar bisa kembali mengabdi di Tolitoli.
“Harus ada dokter asli daerah yang siap melayani masyarakatnya sendiri,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi, Wagub juga menyerahkan bantuan berupa enam kursi roda dan alat bantu untuk lansia dari Dinas Sosial. Ia menegaskan, rapat kerja kesehatan menjadi momentum menyatukan visi demi peningkatan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah. (KB/*)




