PASANGKAYU,netiz.id — Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Hijrah, warga Desa Maponu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Almarhumah yang dikenal sebagai pekerja tekun itu meninggalkan jejak kesedihan yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi rekan kerja dan nasabah yang pernah berinteraksi dengannya.
Di tengah suasana kehilangan, keluarga Hijrah mendapatkan perhatian penuh dari perusahaan tempat almarhumah bekerja. Koperasi PNM memberikan santunan sebesar Rp50 juta di luar manfaat asuransi. Selain itu, gaji terakhir almarhumah tetap dibayarkan penuh, dan uang tombok yang sebelumnya menjadi tanggungannya juga diganti sepenuhnya.
Pihak asuransi turut menyalurkan manfaat sebesar Rp100 juta untuk keluarga. “Semua sudah diurus. Gaji bulan ini utuh, uang tombok diganti, dan santunan juga sudah diberikan,” ungkap paman korban saat ditemui di rumah duka.
Sebagai bentuk kepedulian, PNM juga menanggung seluruh biaya tahlilan selama tujuh hari. “Keadaan keluarga sangat terpukul. Kehilangan ini sangat berat, tapi kami bersyukur pihak perusahaan memberikan bantuan maksimal,” tambahnya.
Bagi keluarga, bantuan tersebut setidaknya meringankan beban di tengah duka yang tidak tergantikan. Sementara bagi rekan kerja, kepergian Hijrah menyisakan kehilangan besar. Banyak yang mengenangnya sebagai figur penuh dedikasi, kehangatan, dan kepedulian. (KB/*)




