DONGGALA,netiz.id — Selama tahun 2023, Kabupaten Donggala mencapai kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas peternakan. Melalui pelaksanaan Sekolah Lapang bagi peternak, berbagai langkah progresif berhasil diimplementasikan dengan sukses.
Kegiatan Sekolah Lapang menjadi wadah penting untuk mentransfer ilmu, pengetahuan, dan keterampilan dasar kepada para peternak, membantu mereka meningkatkan pengelolaan ternak. Fokus utama program ini adalah pada perbibitan dan pencegahan/penanganan penyakit menular, khususnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Meskipun peternak telah memiliki pengetahuan mendasar, tantangan utama terletak pada keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam menggunakan peralatan serta pengobatan. Namun, solusi terobosan muncul melalui berbagai media, baik formal maupun non-formal.
Pembentukan Gabungan Kelompok Ternak (Gapoktan) dan Grup WhatsApp menjadi langkah penting hasil dari diskusi yang intens selama pelaksanaan Sekolah Lapang. Beberapa kecamatan, termasuk Sindue, Tanantovea, Labuan, Sindue Tobata, Balaesang, Sirenja, Dampelas, Rio Pakava, dan Banawa Selatan, telah berhasil membentuk Gapoktan.
Hari Soetjahyo, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Donggala, menyatakan bahwa keberhasilan ini menunjukkan semangat kolaborasi dan komitmen peternak lokal dalam memajukan sektor peternakan.
“Peternak di Kecamatan Sojol, Banawa, dan Banawa Tengah juga menggunakan media digital untuk tetap terhubung, bertukar pengalaman, dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan mereka dalam pengelolaan ternak,” Ucapnya. Rabu (19/9/23)
Proses pembelajaran yang berkelanjutan dan berbasis komunitas ini diharapkan memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesejahteraan peternak, produktivitas ternak, dan ketahanan pangan di Kabupaten Donggala. Demikian Kepala Dinas Nakkeswan. (KB)




