Menu

Mode Gelap

Daerah · 31 Jan 2025

Modus Travel, Sindikat Penipuan Online Trading di Palu Sasar Korban WNA


					Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, dalam keterangannya pada Jumat (31/01/25). FOTO: istimewa Perbesar

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol. Djoko Wienartono, dalam keterangannya pada Jumat (31/01/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.id — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda terus mendalami kasus investasi online trading yang melibatkan 21 tersangka. Kasus ini terungkap setelah tim Ditreskrimsus menggerebek sebuah ruko di pada 17 Januari 2025 lalu.  

Kabid Humas Polda , Kombes Pol. Djoko Wienartono, dalam keterangannya pada Jumat (31/01/25), menyampaikan bahwa berdasarkan hasil sementara, belum ditemukan adanya korban negara Indonesia dalam kasus ini.  

“Sejalan dengan pengakuan awal para , mereka menyasar korban berkewarganegaraan Malaysia,” ujar Djoko.  

Penyelidikan lebih lanjut mengungkap adanya keterlibatan seorang pelaku lain berinisial R, yang merupakan warga . Saat ini, R masih berstatus buronan (DPO) dan diduga berperan sebagai fasilitator dengan menyediakan tempat serta perangkat komunikasi bagi para pelaku.  

Polisi juga menemukan indikasi adanya sembilan korban, yang teridentifikasi melalui nomor rekening yang ditemukan dalam handphone para pelaku. Semua rekening tersebut berasal dari bank luar negeri.  

“Para pelaku diduga telah meraup keuntungan sekitar 1.346.440 Ringgit Malaysia, atau sekitar Rp 4,9 miliar,” ungkap Djoko.  

Dalam kasus ini, terdapat dua pelaku yang masih di bawah umur atau tergolong sebagai Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH). Mereka kini mendapat pendampingan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Palu.  

“Dua ABH sedang menjalani penelitian kemasyarakatan (litmas) oleh Bapas, dan kami masih menunggu hasilnya,” jelas Djoko.  

Sebagai langkah lanjutan, penyidik berencana mengirimkan 37 unit handphone milik para pelaku ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan digital forensik guna mengungkap lebih banyak bukti terkait modus operandi jaringan ini.  

Diketahui, para pelaku menjalankan aksinya dengan menyewa sebuah ruko yang berkedok sebagai agen perjalanan transportasi antar kabupaten dan provinsi. Mereka mengoperasikan dengan menargetkan , khususnya Malaysia.  

Penyidik masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 144 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah