Menu

Mode Gelap

Daerah · 1 Agu 2025

Menkes Budi Gunadi Sadikin Resmikan Operasi Bedah Jantung Terbuka Pertama di Sulteng


					Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. FOTO: istimewa Perbesar

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin. FOTO: istimewa

PALU,netiz.idMenteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, meresmikan sekaligus menyaksikan langsung pelaksanaan operasi terbuka pertama di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (01/08/25). Peristiwa ini menandai tonggak sejarah baru bagi dunia kesehatan di daerah tersebut.

Dengan peresmian ini, menjadi provinsi ke-27 di Indonesia yang memiliki operasi jantung terbuka. Menteri Budi menyebut, layanan ini merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan nasional yang tengah digalakkan Kementerian Kesehatan, khususnya untuk menangani penyakit katastropik seperti jantung, stroke, dan kanker.

“Ketika saya pertama kali menjabat, baru sembilan provinsi yang memiliki fasilitas bedah jantung terbuka. Hari ini, Sulawesi Tengah menjadi yang ke-27. Ini adalah bukti bahwa kesehatan kita terus bergerak maju,” ujar Menkes.

Operasi perdana ini merupakan hasil kolaborasi antara tim dokter RSUD Undata Palu, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, dan RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, yang turut hadir memberikan supervisi langsung.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, yang turut mendampingi Menteri Kesehatan, menyatakan bahwa keberhasilan operasi ini merupakan hasil dari komitmen kuat pemerintah daerah. Sejak awal tahun, Pemprov telah mengawal berbagai persiapan teknis dan pengadaan alat kesehatan secara intensif.

“Kami pastikan semua fasilitas siap, mulai dari ruang operasi hingga kesiapan SDM. Bahkan, saya langsung ke rumah sakit untuk memantau progresnya,” ungkap Reny.

Ia juga menekankan bahwa program Berani Sehat yang diusung Pemprov Sulteng bukan sekadar slogan, melainkan bentuk nyata dari komitmen memberikan terbaik bagi masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi warga Sulawesi Tengah yang harus berobat ke luar daerah hanya karena layanan di sini belum tersedia. Kita harus bisa tangani semua di rumah sendiri,” tegasnya.

Pemprov Sulteng juga telah menyiapkan dokter spesialis dan subspesialis, dengan ikatan dinas yang mengharuskan mereka tetap mengabdi di Sulawesi Tengah.

“Kami minta dukungan Pak Menteri agar SIP tidak dikeluarkan bagi mereka yang ingin pindah dari Sulteng. Ini penting agar daerah tidak lagi kekurangan dokter spesialis,” tambahnya.

Kehadiran layanan bedah jantung terbuka di Palu diharapkan dapat menekan angka kematian akibat penyakit jantung di wilayah tersebut, serta memberikan akses pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan terjangkau bagi masyarakat. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido
Trending di Daerah