PALU,netiz.id — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengingatkan pentingnya peran imam masjid sebagai figur teladan sosial dan moral di tengah masyarakat. Hal itu disampaikannya saat memimpin pelantikan Pimpinan Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Sulawesi Tengah periode 2025–2029, di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Minggu (02/11/25).
Dalam arahannya, Nasaruddin menegaskan bahwa seorang imam tidak cukup hanya memimpin ibadah, tetapi harus tampil sebagai pemimpin moral yang menjaga martabat, keteladanan, dan integritas.
“Seorang imam harus tawadhu, lembut, amanah, dan istiqamah. Ia harus berada di atas rata-rata makmumnya, baik dalam spiritualitas maupun keikhlasan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kerukunan antarumat beragama sebagai modal utama pembangunan daerah.
“Kerukunan adalah fondasi pembangunan. Jika tidak ada kerukunan, tidak akan ada kemajuan,” tegasnya.
Plt. Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis, S.Ag., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa indeks kerukunan beragama di Sulawesi Tengah berada pada kategori tinggi. Hal ini, katanya, tak lepas dari sinergi pemerintah daerah, tokoh agama, dan lembaga sosial-keagamaan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, Ketua FKUB Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, Rektor UIN Datokarama Palu Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, serta unsur Forkopimda dan tokoh lintas agama. (KB/*)




