PALU,netiz.id – Provinsi Sulawesi Tengah mencatatkan peningkatan yang signifikan dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan angka yang melonjak dari Rp 900 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp 2,2 triliun saat ini. Kenaikan PAD ini membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk meluncurkan program Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA).
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, menyatakan bahwa program BOSDA bertujuan untuk mendanai operasional sekolah, termasuk pembayaran gaji guru honorer. Ia berharap, dengan adanya dukungan PAD yang lebih besar, tidak akan ada lagi guru honorer yang digaji di bawah Rp 1 juta per bulan.
“Inisiatif ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan guru,” ucapnya saat dikonfirmasi media ini pada Jum’at (04/10/24).
Menurut Yudiawati, peningkatan PAD juga diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan dan meningkatkan aksesibilitas bagi siswa di daerah terpencil.
“Program BOSDA tidak hanya akan berdampak pada kesejahteraan guru, tetapi juga akan memberikan dukungan lebih kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan,” ujarnya
Dengan adanya bantuan ini, kata dia, diharapkan sekolah-sekolah dapat lebih fokus pada proses pembelajaran dan peningkatan kualitas pendidikan bagi siswa.
Dengan program ini, diharapkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah dapat terus meningkat dan memberikan manfaat bagi seluruh siswa di wilayah tersebut. Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan evaluasi secara berkala agar program ini dapat berjalan dengan efektif dan tepat sasaran. Demikian Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah. (KB)




