Menu

Mode Gelap

Daerah · 20 Mei 2025

Kunjungi Kemensos, DPRD Sulteng Usulkan Penguatan Program Pemberdayaan Masyarakat


					Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Aristan, bersama Wakil Ketua II, Syarifuddin Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Sosial RI di Jakarta. FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Ketua I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Aristan, bersama Wakil Ketua II, Syarifuddin Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Sosial RI di Jakarta. FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id I DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, , bersama Wakil Ketua II, Syarifuddin Hafid, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Sosial RI di Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk mendorong percepatan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan di Sulawesi Tengah.

Menurut Aristan, meskipun Sulawesi Tengah mencatatkan tertinggi ketiga secara , kondisi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Sulawesi Tengah adalah daerah yang sangat kaya, namun ironisnya angka kemiskinan masih tinggi. Karena itu, DPRD merasa perlu mendorong pemerintah daerah untuk lebih cepat dalam menangani persoalan ini,” kata Politisi NasDem Sulteng itu usai pertemuan, Senin (20/05/25).

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menyampaikan bahwa Kementerian Sosial saat ini tengah melakukan reformasi kebijakan dengan mengedepankan pendekatan , alih-alih semata-mata bantuan sosial.

“Kami sedang menyusun Data Tunggal Ekonomi Sosial Nasional (DTSEN) sebagai upaya agar program tepat sasaran. Kami juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari ketergantungan terhadap bansos menjadi masyarakat yang mandiri dan berdaya,” ujar Agus.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antar kementerian, lembaga, hingga sektor swasta, dalam membangun sistem perlindungan sosial yang berkelanjutan dan partisipatif.

DPRD Sulteng mengapresiasi langkah-langkah Kementerian Sosial tersebut dan menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung implementasinya. Salah satu bentuk dukungan itu adalah inisiasi program Rakyat dan Koperasi Merah Putih Pedesaan yang kini tengah dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi.

Namun, Aristan menyoroti bahwa persoalan kemiskinan tidak bisa dilepaskan dari dampak buruk di sektor pertambangan dan perkebunan, yang banyak beroperasi di Sulteng.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemiskinan justru berkembang di sekitar wilayah tambang dan sawit, ditambah dengan kerusakan lingkungan yang menyebabkan bencana alam dan gangguan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keterbatasan pembiayaan program akibat kecilnya Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima daerah, sebagaimana pernah disampaikan Gubernur Anwar Hafid kepada dan .

Untuk itu, DPRD meminta agar permasalahan ini dapat dikoordinasikan dengan kementerian terkait, seperti ESDM, LHK, ATR/BPN, Bappenas, dan Kementerian Keuangan.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri Sosial menyatakan kesiapannya untuk menjembatani koordinasi lintas kementerian demi mendukung pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah. (*)

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah