ACEH,netiz.id — Korban banjir bandang di Aceh menerima bantuan 1.000 paket abon yang merupakan kiriman masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng). Bantuan tersebut diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Sulawesi Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas bencana.
Sebanyak 1.000 paket abon itu dibawa langsung oleh Kepala Cabang Yakesma Sulteng, Haris Anwar, Distribusi bantuan difokuskan ke wilayah Aceh yang dinilai mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang.
“Alhamdulillah, abon sudah sampai dan mulai dinikmati oleh masyarakat terdampak banjir di Sumatera. Dari 1.000 paket ini, kami prioritaskan penyaluran ke Aceh terlebih dahulu karena kondisinya paling memprihatinkan,” ujar Haris Anwar, yang akrab disapa Brow Haris.
Saat ini, Brow Haris berada di Aceh Tamiang, salah satu daerah yang cukup parah terdampak banjir. Ia bertolak menuju Aceh sejak Senin awal pekan lalu dan menempuh perjalanan darat selama dua hari untuk mengantarkan bantuan tersebut. Haris tiba di Tamiang pada Rabu (14/01/26).
Setibanya di lokasi, tim Yakesma langsung berkoordinasi dengan relawan dan pengelola posko yang telah lebih dahulu bergerak sejak awal bencana. Koordinasi dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan terbaru, sehingga penyaluran abon dapat tepat sasaran.
“Kami langsung berkoordinasi dengan teman-teman di posko. Data terbaru sangat penting agar bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Brow Haris.
Ia mengaku terharu melihat kondisi para penyintas banjir di Aceh Tamiang. Rasa haru itu semakin mendalam ketika warga menyampaikan salam dan doa kepada seluruh donatur di Sulawesi Tengah yang telah ikut berbagi melalui Yakesma.
Menurut Haris, paket abon seberat 100 gram tersebut memiliki nilai yang sangat berarti bagi warga. Pasalnya, selama beberapa waktu terakhir para penyintas lebih banyak mengonsumsi makanan instan seperti mi, telur, dan ikan kaleng.
“Paket kecil ini sangat berharga bagi mereka. Ada warga yang sampai berkaca-kaca saat abon dibagikan. Mereka menitipkan salam dan doa untuk masyarakat Sulteng yang telah berdonasi,” tuturnya.
Program 1.000 Paket Abon Tanda Cinta untuk Sumatera merupakan inisiatif Yakesma Sulawesi Tengah yang didukung oleh sejumlah lembaga dan komunitas, serta partisipasi aktif masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas sekaligus menjadi penguat di tengah masa pemulihan pascabencana. (KB/*)




