Menu

Mode Gelap

Daerah · 14 Jan 2026

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng


					Sejumlah penyintas banjir di Aceh Tamiang menunjukkan paket abon bantuan dari masyarakat Sulawesi Tengah yang disalurkan melalui Yakesma Sulteng. FOTO: istimewa Perbesar

Sejumlah penyintas banjir di Aceh Tamiang menunjukkan paket abon bantuan dari masyarakat Sulawesi Tengah yang disalurkan melalui Yakesma Sulteng. FOTO: istimewa

ACEH,netiz.id di Aceh menerima 1.000 yang merupakan kiriman (Sulteng). Bantuan tersebut diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional Yayasan Kesejahteraan Madani () Sulawesi Tengah sebagai bentuk kepedulian terhadap para penyintas bencana.

Sebanyak 1.000 paket abon itu dibawa langsung oleh Kepala Cabang Yakesma Sulteng, Haris , Distribusi bantuan difokuskan ke wilayah Aceh yang dinilai mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang.

“Alhamdulillah, abon sudah sampai dan mulai dinikmati oleh masyarakat terdampak banjir di Sumatera. Dari 1.000 paket ini, kami prioritaskan penyaluran ke Aceh terlebih dahulu karena kondisinya paling memprihatinkan,” ujar Haris Anwar, yang akrab disapa Brow Haris.

Saat ini, Brow Haris berada di Aceh Tamiang, salah satu daerah yang cukup parah terdampak banjir. Ia bertolak menuju Aceh sejak Senin awal pekan lalu dan menempuh perjalanan darat selama hari untuk mengantarkan bantuan tersebut. Haris tiba di Tamiang pada Rabu (14/01/26).

Setibanya di lokasi, tim Yakesma langsung berkoordinasi dengan relawan dan pengelola posko yang telah lebih dahulu bergerak sejak awal bencana. Koordinasi dilakukan untuk memastikan data penerima bantuan terbaru, sehingga penyaluran abon dapat tepat sasaran.

“Kami langsung berkoordinasi dengan teman-teman di posko. Data terbaru sangat penting agar bantuan ini benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan,” kata Brow Haris.

Ia mengaku terharu melihat kondisi para penyintas banjir di Aceh Tamiang. Rasa haru itu semakin mendalam ketika menyampaikan salam dan doa kepada seluruh donatur di Sulawesi Tengah yang telah ikut berbagi melalui Yakesma.

Menurut Haris, paket abon seberat 100 gram tersebut memiliki nilai yang sangat berarti bagi warga. Pasalnya, selama beberapa waktu terakhir para penyintas lebih banyak mengonsumsi makanan instan seperti mi, telur, dan ikan kaleng.

“Paket kecil ini sangat berharga bagi mereka. Ada warga yang sampai berkaca-kaca saat abon dibagikan. Mereka menitipkan salam dan doa untuk masyarakat Sulteng yang telah berdonasi,” tuturnya.

Program 1.000 Paket Abon Tanda Cinta untuk Sumatera merupakan inisiatif Yakesma Sulawesi Tengah yang didukung oleh sejumlah lembaga dan komunitas, serta partisipasi aktif masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas sekaligus menjadi penguat di tengah masa pemulihan pascabencana. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah