Menu

Mode Gelap

Daerah · 6 Jun 2022

Konsultan Pengawas Acuh, Mega Proyek Milik BPPW Sulteng Amburadul


					Konsultan Pengawas Acuh, Mega Proyek Milik BPPW Sulteng Amburadul Perbesar

NETIZ.ID,Palu — Anggaran yang digelontorkan oleh negara melalui Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) tahun Anggaran 2021-2022 untuk pembangunan Infrastruktruk sarana sekolah telah lebih lima bulan dikerjakan, proyek dengan Nominal memcapai Rp.72 Milyar lebih ini terkesan lelet.dan kualitas pekerjaaanya diduga tidak sesuai spesifikasi tehnis yang di isyaratkan dalam kontrak.

Proyek yang didanai dari Pos APBN tersebut dikerjakan oleh PT. Karya Bangun Mandiri Persada dengan PT Karya Putra Mandiri Adisarana selaku KSO dikerjakan dengan 31 titik sekolah yang berbeda dengan titik sebaran di empat Kabupaten terdampak bencana.

Kucuran dana yang digelontorkan diperuntukkan bagi pembangunan serta rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah dengan tingkat kerusakan yang bervariatif, sayangnya Kondisi pelaksanaan dilapangan terkesan asal asalan bahkan minim pengawasan.

Disekolah Satap 7 Sigi yakni di dusun Tompu Desa Ngatabaru Kecamatan Sigi Misalnya, Pondasi sekolah yang dibangun dengan metode penggunaan FootPlat atau cakar ayam nampak masih ditemukan memakai material seadanya untuk susunan batu pondasinya, parahnya beton sisa bongkaran sekolah lama dipakai sebagai batu pondasi.

Demikian pula dengan penempatan posisi bangunan sekolah, lokasi yang dipakai sebagai lokasi pembangunan sekolah baru berada dibekas perbukitan yang telah diratakan , sehingga sangat berpotensi terhadap pergeseran tanah disaat curah tinggi.

Kontraktor pelaksana seakan berburu waktu memacu bobot volume kerja dengan mengabaikan spesifikasi tehnis, kedalaman pasangan batu pondasi yanh kedalamannya bervariatif diantara pasangan cakar ayampun lolos dari pengawasan Konsultan bahkan pengawas internal BPPW.

Belum lagi kualitas batako yang dijadikan pasangan dinding sekat yang kualitasnya diragukan, pasalnya kontraktor hanya memgandalkan kemampuan tukang lokal dalam memproduksi batako.

“Batako kami cetak sendiri pak, satu sak.bisa jadi 90 buah batako ” ungkap salah satu tukang batu yang ditemui dilokasi pembangunan , Sabtu (21/05/2022).

Terkait penggunaan beton sisa bongkaran sebagai batu pondasi diakui oleh tukang dilokasi kerja sebagai alternatif dikarenakan minimnya material yang disiapkan Kontraktor.

“Batu pondasi jenis batu kali susah disini, kontraktor hanya pakai batu yang diambil dari gununng disekitar saat buka kemari , sedangkan semen kami irit pakainya ” jelasnya.

Sementara itu, ditemui dikantornya , Pejabat Pembuat () pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, olahraga & pasar II Wilayah Sulawesi Tengah, Rachman Dg.Tinri ST bersikeras jika pihaknya mengawasi ketat pelaksanaan proyek tersebut. “Untuk beton bekas yang dijadikan batu pondasi sudah kami suruh bongkar ” kelitnya.

Sementara itu, selaku Kontraktor pelaksana mengatakan pihaknya tidak pernah menyuruh tukangnya memakai material yang tidak sesuai spek, bahkan dia berdalih kekeliruan itu murni kesalahan tukang.

“Tukang punya kerjaan itu,kami tidak pernah memerintahkan pakai batu pondasi dari tembok bekas ” akunya.

Dilapangan juga ditemukan adanya retakan panjang dipasangan batu pondasi di sisi barat gedung sekolah SDN Tompu.

Retakan tersebut terjadi pada struktur badan pondasi sekolah, panjangnya mecapai meter lebih ,struktur batu pondasi yang mengalami retakan sudah tampak menggantung ditanah yang dipadatkan tersebut

Sementara itu, Konsultan pengawas dari PT.Ciriajasa Enggineering Consultan ,Syamsir beralasan pihaknya sangat sedikit personil dalam melakukan pekerjaan pengawasan. “Saya baru sembuh operasi, nanti itu kami tindak lanjuti ” Ujarnya.

Kuat dugaan, dalam melakukan pemasangan batu Pondasi, pekerja mengabaikan pekerjaan dasar berupa penggunaan lantai kerja dengan mempergunakan pasir urug.

Bahkan kedalaman galian pondasi dibeberapa sudut tampak jelas “Bermain ” ukuran yang disyaratkan dalam kontrak.,

 

Pewarta : TIM

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

DWP Sulteng Tegaskan Peran Strategis Pendidikan Anak Usia Dini di HUT ke-26

5 Desember 2025 - 16:56

DWP SULTENG

Morowali 26 Tahun: Gema Pembangunan Menguat, Gubernur Sulteng Dorong Warga Jadi Pelaku Utama Industri

5 Desember 2025 - 16:43

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Anwar Hafid Ingatkan Ancaman Lingkungan di Tengah Pesatnya Industri di HUT ke-26 Morowali

5 Desember 2025 - 16:31

Gubernur Sulteng, Anwar hafid

UAS Puji Netralitas Politik Gubernur Anwar Hafid Saat Resmikan Masjid Raya Baitul Khairaat

5 Desember 2025 - 10:41

Ustaz Abdul Somad (UAS)

Kebersamaan Tiga Gubernur Jadi Simbol Persatuan Sulteng

5 Desember 2025 - 10:22

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Disdukcapil dan Dispusaka Sulteng Teken PKS Pemanfaatan Data Kependudukan

5 Desember 2025 - 06:54

DISPUSAKA SULTENG
Trending di Daerah