PALU,netiz.id – Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny A. Lamadjido, meresmikan Gudang Peralatan Tanggap Darurat Bencana yang berlokasi di Hunian Tetap (Huntap) 1 Kelurahan Tondo, Kota Palu, Sabtu (01/02/25). Peresmian ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Palu, Irmayanti Pettalolo, serta perwakilan dari Japan Overseas Cooperative Association (JOCA) Tohoku.
Gudang tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Palu dan JOCA Tohoku, yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan serta respons cepat dalam menghadapi situasi darurat bencana di wilayah tersebut. Acara peresmian ditandai dengan seremoni pengguntingan pita yang dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Palu, didampingi Sekda Kota Palu, perwakilan JOCA Tohoku, dan pimpinan PRB Simpotove Tangguh Huntap 1 Tondo.
Dalam sambutannya, perwakilan JICA Indonesia, Saka Yosuke, mengungkapkan bahwa pembangunan gudang ini merupakan bagian dari Proyek Membangun Komunitas yang Lebih Tangguh Bencana di Kawasan Relokasi Kolektif Kota Palu. Proyek tersebut telah berjalan sejak September 2022 dan kini memasuki tahun ketiga pelaksanaannya.
“Kami sangat senang dapat menyaksikan serah terima fasilitas ini. Ini menjadi bukti nyata bahwa kerja sama antara Kota Palu dan Kota Iwanuma, Jepang, akan semakin kuat di masa depan, khususnya dalam upaya pencegahan dan penanganan bencana,” ujar Saka.
Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kota Palu, Wakil Wali Kota Reny menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada JOCA dan JICA atas dukungan mereka dalam memperkuat sistem penanganan bencana di Kota Palu. Ia berharap, keberadaan gudang ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan efektivitas distribusi bantuan saat terjadi bencana.
“Bantuan ini adalah bentuk soliditas internasional dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di daerah kita. Semoga fasilitas ini bermanfaat bagi masyarakat dan semakin mempercepat respons dalam situasi darurat,” ungkap Wakil Wali Kota Reny.
Dengan dioperasikannya gudang peralatan tanggap darurat ini, diharapkan penanganan bencana di Kota Palu dapat dilakukan lebih cepat, efisien, dan terkoordinasi, sehingga mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan di masa mendatang. (*)




