DONGGALA,netiz.id – Tarsius, hewan kecil yang menjadi maskot Bus Trans Donggala, kini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Hewan yang terkenal dengan mata besar dan ukuran tubuh kecil ini, ditemukan di kawasan hutan tropis yang memiliki vegetasi lebat, tempat berlindung, dan sumber makanan seperti serangga. Habitat alami Tarsius berada di daerah berhutan primer dan sekunder yang terjaga keasriannya.
Tarsius dapat ditemukan di beberapa kawasan di Donggala, seperti hutan tropis dataran rendah dan perbukitan yang sering berada di kecamatan Banawa Selatan, Riopakava, dan Balaesang. Hutan mangrove dan pinggiran hutan juga menjadi tempat tinggal bagi beberapa populasi Tarsius. Selain itu, kawasan konservasi atau taman nasional di sekitar Kabupaten Donggala, yang bebas dari aktivitas manusia yang merusak, menjadi habitat ideal bagi Tarsius.
Namun, ancaman besar terhadap kelangsungan hidup Tarsius datang dari deforestasi, yang mengancam populasi mereka. Penggundulan hutan untuk keperluan perkebunan, pertanian, dan pembangunan semakin memperburuk kondisi habitat mereka. Selain itu, fragmentasi habitat atau hilangnya konektivitas antar hutan menyebabkan Tarsius kesulitan berpindah dan berkembang biak.
Gangguan manusia juga turut menjadi ancaman, seperti perburuan dan pengambilan Tarsius untuk dijadikan hewan peliharaan. Hewan ini sangat bergantung pada koridor hutan yang terhubung, dan mereka cenderung menghindari area terbuka yang luas, seperti lahan pertanian atau pemukiman.
Untuk itu, perlu upaya konservasi berbasis masyarakat, penegakan hukum yang lebih ketat, serta pelestarian kawasan hutan alam agar Tarsius di Donggala dapat tetap bertahan dan berkembang biak. Para ahli lingkungan mengimbau pentingnya perhatian dan tindakan nyata untuk melindungi habitat Tarsius demi kelestarian spesies langka ini.




