Menu

Mode Gelap

Daerah · 3 Agu 2025

Irwan Lapatta: Jangan Takut Tantangan, Pemuda Sigi Harus Berkarya


					Tokoh masyarakat Kabupaten Sigi, Mohamad Irwan Lapatta (Pegang mic) pada kegiatan seni dan dialog bertajuk BOSARA (Bongi Mposarara). FOTO: Angel Perbesar

Tokoh masyarakat Kabupaten Sigi, Mohamad Irwan Lapatta (Pegang mic) pada kegiatan seni dan dialog bertajuk BOSARA (Bongi Mposarara). FOTO: Angel

SIGI,netiz.id — Tokoh , Mohamad Lapatta, mengajak generasi muda untuk berani menghadapi tantangan dan terus berkarya. Hal ini ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan seni dan dialog bertajuk BOSARA (Bongi Mposarara), yang DPC PAPPRI Kabupaten Sigi bersama kelompok pemuda Desa Lolu dan Mpanau.

Acara tersebut berlangsung pada Sabtu malam (02/08/25) di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Likuifaksi, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru.

Dalam sesi talkshow bertema “Pemuda Kreatif: Bergerak, Bertumbuh, dan Berdampak,” Irwan memberi atas inisiatif para pemuda yang mampu menyelenggarakan kegiatan seni secara mandiri tanpa sokongan dana pemerintah.

“Saya sangat menyambut baik kegiatan ini. Ini bentuk keberanian yang luar biasa. Kita tidak harus selalu bergantung pada siapa pun. Pemerintah memang jembatan, tapi bukan berarti kita menunggu bantuan setiap saat. Saya salut kepada teman-teman yang menginisiasi acara ini secara mandiri,” ucap Irwan di hadapan para peserta.

Ia mengingatkan bahwa tantangan adalah bagian dari proses menuju kemajuan, dan pemuda harus memiliki keberanian untuk mengambil langkah meskipun dengan keterbatasan.

“Jangan takut tantangan, jangan takut tidak punya uang. Hidup harus diperjuangkan. Pemuda Sigi punya kreativitas luar biasa tinggal bagaimana keberanian itu terus diasah dan diarahkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, mantan periode (2016-) itu mendorong pemuda untuk membangun ruang-ruang seni dan kreativitas yang produktif, tanpa sekat wilayah administratif.

“Sigi itu satu. Tidak perlu terkotak-kotak antara Biromaru, Dolo, Marawola, Kulawi, atau Palolo. Semua adalah Sigi. Kita harus menyatu sebagai kekuatan kolektif,” tegas Irwan.

Ia juga mengenang upayanya saat masih menjabat sebagai bupati, termasuk pembangunan studio rekaman, penyediaan alat-alat seni, serta terhadap Dewan Kesenian dan PAPPRI untuk memajukan lokal. Irwan berharap program-program tersebut bisa dilanjutkan oleh pemerintah saat ini.

“Saya ingin studio rekaman yang sudah ada bisa dilengkapi dengan alat modern dan tradisional, agar seniman kita bisa berkarya dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua DPC PAPPRI Kabupaten Sigi, Yudhi Nugraha, menjelaskan bahwa kegiatan BOSARA merupakan ruang silaturahmi dan ekspresi seni anak muda. BOSARA, akronim dari Bongi Mposarara, berarti malam penuh persaudaraan.

“Kami ingin menyajikan karya-karya anak muda sebagai bentuk hiburan, ekspresi budaya, sekaligus mempererat solidaritas. Ini juga bagian dari upaya menghidupkan kembali ruang-ruang publik seperti Taman Likuifaksi agar benar-benar bermanfaat,” kata Yudhi.

Kegiatan BOSARA diakhiri dengan pertunjukan seni dari berbagai komunitas lokal serta sesi kolaboratif antar pemuda lintas desa. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah