SIGI,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian alam dan tidak bersikap serakah terhadap lingkungan. Hal itu disampaikannya saat membuka Festival Danau Lindu Tahun 2025 di Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Jumat (18/07/25).
Dalam sambutannya, Anwar mengungkapkan kekaguman terhadap keindahan alam dan kekayaan budaya Lindu yang dinilainya masih sangat alami dan terjaga. Ia menyebut tagline “Lindu Bikin Rindu” sangat tepat, karena wilayah ini jauh dari polusi dan penuh dengan harmoni antara manusia dan alam.
“Alam ini memberi kita kehidupan. Tentu ada timbal balik yang harus kita berikan. Manusia tidak boleh serakah pada alam,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa alam bukan sekadar objek eksploitasi, melainkan sahabat yang harus dihargai dan diperlakukan dengan baik. Menurutnya, jika manusia menjaga alam, maka alam akan menjaga manusia. Namun jika dieksploitasi secara berlebihan, alam bisa menjadi ancaman.
“Kalau kita anggap alam sebagai sahabat, karena mereka juga makhluk Tuhan, maka mereka akan menjaga kita. Tapi kalau tidak bersahabat, mereka bisa jadi musuh. Dan manusia tidak berdaya saat alam melawan,” ujarnya.
Festival Danau Lindu 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan budaya lokal. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peresmian jaringan listrik di Desa Olu serta peresmian dermaga di Desa Anca.
Kehadiran Gubernur dan rombongan disambut secara adat oleh warga lima desa di Lindu. Prosesi penyambutan diawali tarian Meaju, dilanjutkan dengan upacara sakral Menpantodui sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada tamu agung. Masyarakat juga menggelar prosesi Mantimbe—penyembelihan kerbau yang diawali dengan Tarian Raego sebagai ungkapan syukur atas kehadiran pemimpin daerah.
Anwar Hafid mengapresiasi masyarakat Lindu yang hidup selaras dengan alam dan menjaga nilai-nilai adat. Ia berharap Lindu dapat menjadi contoh dan laboratorium hidup tentang bagaimana manusia dan alam bisa berjalan berdampingan.
“Lindu ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai ada manusia serakah datang dan merusak keindahan yang ada. Kalau kita rawat, Lindu akan tetap lestari dan menjadi warisan untuk anak cucu kita,” pungkasnya. (KB/*)




