PALU,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. Anwar Hafid, menegaskan pentingnya peran Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) sebagai garda terdepan dalam menjaga semangat nasionalisme di kalangan generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi.
Hal tersebut disampaikannya saat bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) KKRI Triwulan IV Tahun 2025, di Markas Yonif 711 Raksatama Palu, Sabtu (01/11/25).
Menurut Gubernur, di era digital saat ini, generasi muda menghadapi tantangan besar terhadap lunturnya nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, keberadaan KKRI dianggap sebagai wadah strategis dalam menanamkan semangat cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab sosial sejak dini.
“Bangsa Indonesia menghadapi tantangan berat. Di satu sisi, kemajuan teknologi memberi manfaat besar, namun di sisi lain menggerus nilai kebangsaan. KKRI hadir sebagai benteng moral yang menegakkan semangat nasionalisme,” ujar Anwar Hafid.
Ia menilai, kegiatan seperti Persami tidak hanya memperkuat fisik dan kedisiplinan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Melalui pelatihan survival, pionir, SAR, serta pemahaman nilai Pancasila dan bahaya narkoba, peserta KKRI diharapkan menjadi pelajar tangguh, bermental kuat, dan berjiwa kebangsaan.
Gubernur Anwar juga menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap program KKRI agar dapat menjangkau seluruh SMA dan SMK di Sulawesi Tengah.
“Insyaallah pemerintah provinsi akan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan KKRI. Kita ingin seluruh siswa terlibat dalam pembinaan karakter bangsa,” tutupnya. (KB/*)




