PALU,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, menyambut kedatangan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Minggu (02/11/25).
Menteri Agama tiba di Palu sekitar pukul 06.15 WITA menggunakan pesawat komersial. Kedatangan Menag disambut langsung oleh Gubernur Anwar Hafid bersama Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. H. Lukman S. Thahir, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah dan sejumlah pejabat terkait lainnya.
Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Menteri Agama menerima prosesi adat suku Kaili, berupa pemasangan Siga, penutup kepala tradisional yang menjadi simbol penghormatan dan penerimaan bagi tamu kehormatan di Bumi Tadulako. Prosesi adat ini menjadi bentuk penghargaan masyarakat Sulawesi Tengah terhadap kunjungan Menteri Agama RI.
Dalam kunjungan kerjanya ke Sulawesi Tengah, Menteri Agama dijadwalkan menghadiri silaturahmi bersama Masyayikh PB Alkhairaat serta menyampaikan orasi ilmiah pada Wisuda ke-45 UIN Datokarama Palu. Selain itu, Menag juga akan meninjau Masjid Raya Baitul Khairaat Palu dan melantik pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Sulawesi Tengah.
Kunjungan kerja ini berlangsung selama satu hari penuh dan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam upaya membangun moderasi beragama, harmoni sosial, dan semangat kebersamaan lintas umat di daerah.
Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menteri Agama tersebut. Ia berharap kehadiran Menag membawa semangat baru bagi penguatan nilai-nilai keagamaan yang menyejukkan di Sulawesi Tengah.
“Kami menyambut dengan penuh hormat dan bahagia kedatangan Bapak Menteri Agama. Semoga kunjungan ini semakin mempererat hubungan pemerintah pusat dan daerah dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan harmonis,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat masyarakat Sulawesi Tengah. Ia menilai daerah ini memiliki potensi besar sebagai model kerukunan dan moderasi beragama di Indonesia Timur. (KB/*)




