PALU,netiz.id — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyatakan komitmennya untuk melindungi lahan yang telah lama digarap masyarakat di Lembah Napu, Kabupaten Poso. Hal ini disampaikan melalui panggilan video saat Gubernur melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Poso, Jumat, (24/10/25).
Pernyataan tersebut langsung disambut sorak puluhan warga dari lima desa yang hadir dalam rapat Satgas Penyelesaian Konflik Agraria (PKA) di Kantor Gubernur Sulteng.
“Kalau tanah yang sementara digarap warga, tidak boleh diganggu. Enklaf saja lah. Nanti saya akan ke sana,” ujar Anwar.
Warga desa seperti Watutau, Kalimago, Maholo, Winowanga, dan Alitupu menuntut agar Bank Tanah menghentikan klaim penguasaan lahan yang telah menjadi ruang hidup mereka selama puluhan tahun. Mereka mengaku resah karena sejumlah warga bahkan telah berstatus tersangka akibat mempertahankan tanah garapan.
Gubernur juga menginstruksikan agar warga dijamu dengan baik selama ada di Palu, seraya memastikan rencana kunjungan lapang ke Lembah Lore Bersaudara pada pertengahan November mendatang untuk melihat langsung kondisi di lapangan.




