PALU,netiz.id – Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) terus didorong oleh pemerintah untuk meningkatkan konsumsi ikan di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Berdasarkan data terbaru, konsumsi ikan masyarakat Indonesia meningkat sebesar 6,6% dibandingkan tahun lalu, mencapai rata-rata 71,8 kilogram per kapita per tahun.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Tengah, Moh Arif Latjuba, menilai bahwa angka peningkatan tersebut masih perlu ditingkatkan untuk mencapai standar internasional yang berkisar antara 90 hingga 100 kilogram per kapita per tahun.
“Konsumsi ikan kita memang sudah di atas rata-rata nasional, tetapi jika dibandingkan dengan negara lain, masih perlu peningkatan. Konsumsi ikan minimal harus mencapai 90 hingga 100 kilogram per kapita per tahun untuk memastikan generasi kita mendapatkan asupan protein yang optimal,” ujarnya, Rabu (16/10/2024).
Sebagai bagian dari upaya mewujudkan “Generasi Emas” yang sehat dan cerdas, pemerintah terus memperkuat infrastruktur nelayan dan memberikan berbagai dukungan, termasuk bantuan sosial dan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan.
“Infrastruktur perikanan terus kami tingkatkan, termasuk rehabilitasi pelabuhan, agar ikan yang mendarat tetap higienis dan aman dikonsumsi oleh masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, Arif juga memberikan perhatian khusus pada peningkatan kapasitas pengolahan ikan di berbagai wilayah. “Tahun ini, target kami dalam pengolahan ikan tercapai dengan sangat baik, bahkan melampaui hampir 400%, dengan total 132 Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) yang diterbitkan,” jelasnya.
Hal ini menunjukkan semakin banyak pengolah ikan yang memenuhi standar usaha, terutama di wilayah seperti Palu, Sigi, Poso, Parigi Moutong, dan Banggai.
Gerakan Gemarikan diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi lebih banyak ikan, mengingat protein ikan merupakan sumber gizi yang sangat penting bagi tumbuh kembang generasi emas Indonesia. (Dg)




