Menu

Mode Gelap

Daerah · 2 Jul 2025

Fraksi Golkar Soroti Rendahnya Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah dalam APBD Sulteng 2024


					Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Maryam Tamoreka, menyerahkan pandangan umum fraksi golkar ke pimpinan sidang paripurna. FOTO: istimewa Perbesar

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Maryam Tamoreka, menyerahkan pandangan umum fraksi golkar ke pimpinan sidang paripurna. FOTO: istimewa

PALU,netiz.id – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Maryam Tamoreka, menyampaikan Pandangan Fraksi dalam rapat pembahasan Rancangan () tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, yang di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Jalan Moh. Yamin, Kota Palu, Rabu (02/07/25).

Dalam penyampaiannya, politisi asal IV (Banggai, , Banggai Laut) itu menyoroti belum tercapainya target tiga komponen utama pendapatan daerah. Salah satunya adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya terealisasi sebesar 93,94 persen. Padahal, menurut , potensi PAD dari sektor (PKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBB-KB), hingga Pajak Air Permukaan khususnya dari pemanfaatan air terjun Sulewana Poso—masih sangat besar dan belum dioptimalkan.

“Dari data yang disampaikan Gubernur, hingga 31 Desember 2024, total PAD Provinsi Sulteng baru mencapai 92,15 persen atau sebesar Rp5,55 triliun. Ini menunjukkan masih adanya celah dalam optimalisasi penerimaan daerah,” ujar Maryam.

Adapun rincian realisasi pendapatan daerah sebagai berikut:

  • PAD: Rp2,11 triliun dari target Rp2,25 triliun (93,94%)
  • Pendapatan Transfer: Rp3,42 triliun dari target Rp3,76 triliun (91,00%)
  • Lain-lain Pendapatan yang Sah: Rp10,52 miliar dari target Rp11,64 miliar (90,03%)

Fraksi Golkar mempertanyakan sejauh mana upaya dan kinerja dalam memaksimalkan penerimaan pajak serta keakuratan data yang digunakan dalam perencanaan dan pelaporan keuangan daerah.

Tak hanya pendapatan, Fraksi Golkar juga menyoroti rendahnya realisasi belanja daerah. Hingga akhir tahun anggaran, realisasi belanja daerah baru mencapai 90,48 persen atau sebesar Rp6,13 triliun. Golkar menilai capaian ini tidak ideal, terutama pada belanja operasional dan belanja modal yang realisasinya bahkan di bawah 90 persen.

“Kami mendorong agar hal ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah daerah. Petugas pajak perlu diberikan insentif untuk meningkatkan motivasi kerja. Selain itu, seluruh OPD diharapkan mampu merealisasikan anggaran secara maksimal untuk mendukung terwujudnya visi-misi Gubernur dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkas Maryam. (KB/RD)

Artikel ini telah dibaca 24 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah