Menu

Mode Gelap

Daerah · 1 Jul 2025

JUWITA Angkat Jejak Kopi Tua Desa Katu Lewat Film Dokumenter


					Suasana diskusi film dokumenter Kopi Tua Desa Katu yang digelar oleh Jurnalis Wanita Indonesia (JUWITA) di bawah tenda acara Festival Tampo Lore, Desa Hangira, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sabtu (28/06/25). FOTO: istimewa Perbesar

Suasana diskusi film dokumenter Kopi Tua Desa Katu yang digelar oleh Jurnalis Wanita Indonesia (JUWITA) di bawah tenda acara Festival Tampo Lore, Desa Hangira, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sabtu (28/06/25). FOTO: istimewa

,netiz.id Wanita (JUWITA) menggelar nonton bareng (nobar) dan film dokumenter berjudul Kopi Tua , dalam rangkaian yang berlangsung di Desa Hangira, Kecamatan Lore Tengah, , pada Sabtu (28/06/25).

Film dokumenter ini merupakan hasil kolaborasi JUWITA dengan Alfatwa Multimedia, yang bertujuan mengangkat kisah kopi serta kehidupan masyarakat Desa Katu. JUWITA sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada penguatan peran jurnalis perempuan dan pemberdayaan masyarakat melalui karya jurnalistik, dokumentasi, dan advokasi komunitas.

Dengan durasi sekitar 25 menit, film ini tidak hanya menyuguhkan visual alam dan budaya lokal, tetapi juga menampilkan keterikatan historis kopi dengan identitas masyarakat Desa Katu.

Ketua JUWITA, Kartini Naingolan, menyampaikan bahwa film tersebut merupakan langkah awal JUWITA dalam merekam jejak kopi yang telah mengakar dalam kehidupan warga Katu.

“Banyak kekurangan, karena kami hanya menggunakan peralatan seadanya. Karena itu, masukan dari penonton sangat kami butuhkan,” ujarnya.

Kartini menambahkan, dalam waktu dekat JUWITA berencana melanjutkan produksi film dengan fokus yang lebih mendalam terhadap potensi kopi, baik di Desa Katu maupun desa-desa lainnya di Sulawesi Tengah.

Kopi Tua Desa Katu memang menyerupai desa, karena memuat cerita tentang kondisi penduduk, geografis, sejarah, budaya, dan lainnya. Tapi kami tidak berhenti di situ. Kami akan melanjutkan produksi yang lebih fokus pada kopi tertua yang masih eksis hingga kini,” tegas Kartini.

Salah satu tanggapan datang dari Ketua AMSI Sulteng, Mohammad Ikbal, yang mengapresiasi struktur visual dan narasi film, namun memberikan catatan terhadap penggunaan voice over berbasis AI.

“Naskahnya sudah rapi, visualnya cukup kuat. Tapi jika narasinya dibacakan AI, rasa emosional filmnya berkurang. Akan lebih menyentuh jika disuarakan langsung oleh anggota JUWITA atau warga Katu sendiri,” katanya. Ia juga menyarankan agar ekspedisi dalam film diperluas agar terasa lebih hidup.

Sementara itu, jurnalis foto BMZ dari Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu menilai film Kopi Tua Desa Katu memiliki fokus yang sama kuat: kopi dan Desa Katu.

“Perlu diputuskan sejak awal, apakah ini tentang kopi tua atau tentang Desa Katu. Sebab pembuka film menentukan arah cerita. Kalau tentang desa, maka desa harus tampil lebih dominan sejak awal. Kalau tentang kopi, maka kopi yang perlu ditonjolkan sejak pembuka,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya mendalam agar visual dan narasi lebih fokus.

Menurut BMZ, film Kopi Tua Desa Katu layak diapresiasi karena digarap oleh para jurnalis perempuan yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan desa dan potensi lokal.

“Langkah JUWITA ini tidak hanya memperkenalkan kekayaan budaya lokal, tapi juga mendorong lahirnya karya-karya dokumenter yang berkualitas,” tutup BMZ. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG

Korban Banjir Aceh Terima Kiriman 1.000 Paket Abon dari Masyarakat Sulteng

14 Januari 2026 - 12:00

Yakesma Sulteng
Trending di Daerah