PALU,netiz.id – Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga 2 persen pada tahun 2025. Dalam upaya mencapai target ini, Dinas Pendidikan akan melaksanakan berbagai strategi, termasuk meningkatkan kerja sama dengan industri dan dunia usaha, terutama di wilayah Morowali dan Morowali Utara.
Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah, Yudiawati V. Windarrusliana, mengungkapkan bahwa saat ini tingkat pengangguran lulusan SMK di daerah tersebut mencapai 5 persen. Sementara itu, di tingkat nasional, angka pengangguran lulusan SMK bahkan lebih tinggi, mencapai 8,9 persen.
“Kami menyadari bahwa tantangan ini harus diatasi secara bersama-sama, terutama dengan dukungan dari sektor industri,” kata Yudiawati pada Selasa (01/10/24).
Untuk mencapai target tersebut, kata dia, Dinas Pendidikan berencana untuk meningkatkan relevansi pendidikan SMK dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Ini termasuk pembaruan kurikulum yang lebih sesuai dengan perkembangan industri dan program pelatihan keterampilan yang lebih efektif.
“Kami akan bekerja sama dengan perusahaan untuk menyusun program magang yang memberi pengalaman langsung kepada siswa,” katanya.
Selain itu, lanjutnya, Dinas Pendidikan juga akan mendorong inovasi dalam pembelajaran dan memberikan akses kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan.
“Kami berharap lulusan SMK tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kuat,” ujar Yudiawati.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan para lulusan SMK di Sulawesi Tengah akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan berkontribusi pada pengurangan angka pengangguran di daerah tersebut. (KB)




