DONGGALA,netiz.id — Moh Ali, seorang warga Desa Talaga, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala, tidak pernah menyangka bahwa dia akan bertemu langsung dengan Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin.
Ali, sapaan akrabnya, yang sehari-harinya bekerja sebagai petani dan kadang menjadi nelayan pemancing ikan di Danau Talaga, merasa bangga dan haru saat diundang oleh Kepala Desa untuk menerima sertifikat tanah di Kawasan Pangan Nasional (KPN).
Awalnya, Ali tidak pernah membayangkan bahwa dia akan mendapatkan lahan untuk dikelola di KPN dan menerima sertifikat tersebut secara langsung dari Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin di kegiatan peresmian Kawasan Pangan Nasional di Desa Talaga, Rabu (4/10/23)
Ia merasa gugup dan cemas saat masuk ke area acara peresmian KPN, merasa takut karena tingkat keamanan yang ketat oleh aparat berjaga-jaga di sembilan kilometer jalan trans Palu-Tolitoli Desa Talaga menuju kegiatan peresmian.
“Saya sangat senang, haru, dan bangga, duduk dan berdiri di antara pejabat Pemda Donggala, Pemprov Sulteng, serta pejabat negara, apalagi langsung berjabat tangan dengan Wakil Presiden RI,” ucap Ali ketika berada di tepi Danau Talaga.
Ali mengatakan, selama ini ia hanya melihat Wapres KH Ma’ruf Amin dari televisi. Namun, kali ini, dia bisa melihat langsung orang nomor dua di Republik Indonesia.
Setelah kembali dari acara tersebut, Ali dengan bangga berbicara di depan semua tetangganya.
“Satu kebanggaan bagi saya. Semoga dengan pemberian lahan dan sertifikat ini dapat meningkatkan ekonomi kami,” katanya.
Ia berharap, kabupaten Donggala dapat menjadi penyangga pangan di Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur seperti apa yang Pak Wapres katakan tadi dalam sambutannya. Demikianlah pernyataan dari Moh Ali.
Diketahui Kawasan Pangan Nusantara direncanakan sebagai salah satu daerah penyangga untuk kebutuhan pangan di Ibu Kota Nusantara yang akan dipindahkan ke Kalimantan Timur.
Dalam acara peresmian tersebut, Wapres juga menyerahkan sebanyak 100 sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional kepada warga Desa Talaga, yang diberikan secara simbolis kepada lima orang perwakilan. (KB)




