DONGGALA,netiz.id — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Donggala mengalami peningkatan signifikan berkat keberhasilan program Bus Trans Donggala yang dijalankan melalui skema Buy The Service (BTS). Hingga pertengahan tahun 2025, pendapatan dari operasional bus tersebut telah melampaui target yang ditetapkan oleh DPRD Donggala.
Anggota DPRD Donggala, Hermin, mengapresiasi kinerja Dinas Perhubungan yang dinilai berhasil mengelola program transportasi tersebut secara efektif.
“Artinya, masyarakat Donggala benar-benar memanfaatkan fasilitas Bus Trans Donggala secara maksimal. Ini sangat membantu mereka dalam beraktivitas tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ujar Hermin saat dikonfirmasi, Kamis (10/07/25).
Sebagai wakil rakyat di parlemen, Politisi NasDem asal Kabonga Kecil itu menyatakan akan terus mendorong pemanfaatan Bus Trans Donggala sebagai moda transportasi harian, khususnya untuk rute Donggala–Palu. Ia menilai program ini tidak hanya murah, tetapi juga aman dan efisien.
“Selain mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan kendaraan pribadi, tarifnya juga sangat terjangkau. Kami akan terus menyuarakan agar masyarakat menjadikan bus ini sebagai pilihan utama dalam bertransportasi,” tambahnya.
Terkait rencana penerapan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS, Anggota Fraksi NasDem itu menyatakan dukungan penuh. Namun, ia tetap meminta agar metode pembayaran tunai tetap disediakan sebagai opsi alternatif.
“QRIS memang memudahkan pengawasan transaksi, tetapi kita juga harus mempertimbangkan masyarakat yang belum terbiasa atau belum memiliki akses terhadap sistem digital,” jelasnya.
Tak hanya itu, Hermin juga mendorong Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, untuk menambah armada Bus Trans Donggala guna menjawab tingginya kebutuhan masyarakat.
“Jika keuangan daerah memungkinkan, tidak ada salahnya jumlah armada ditambah,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Donggala, Happy Handayani Noor, mengungkapkan bahwa capaian PAD dari layanan Bus Trans Donggala telah mencapai Rp500 juta hingga pertengahan tahun 2025. Angka ini jauh melampaui target awal sebesar Rp268 juta yang ditetapkan oleh DPRD Donggala.
“Pendapatan dari Bus Trans Donggala saat ini sudah mencapai Rp500 juta, sementara target dari DPRD hanya Rp268 juta. Dan itu adalah pendapatan bersih, bukan kotor,” jelas Happy.
Capaian ini menjadi bukti bahwa program BTS tidak hanya memberikan manfaat sebagai layanan transportasi publik yang efisien, tetapi juga mampu menjadi sumber pendapatan potensial bagi daerah. (KB)




