DONGGALA,netiz.id — Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan komitmennya untuk terus membenahi fasilitas dan infrastruktur RSUD Kabelota Donggala yang kerap terdampak banjir saat musim hujan. Pernyataan ini disampaikannya saat meresmikan rehabilitasi empat bangunan perawatan di rumah sakit tersebut, Rabu (19/06/25), sebagai bagian dari penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2024 tentang Jaminan Kesehatan Nasional.
Menurut Bupati Vera, banjir yang kerap melanda rumah sakit disebabkan oleh sistem drainase di bagian bawah bangunan yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi.
“Setiap kali hujan deras, rumah sakit ini pasti kebanjiran,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Donggala telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan sistem penyerapan air dan perbaikan drainase. Selain itu, normalisasi sungai di belakang rumah sakit juga telah dilakukan guna mencegah banjir serupa di masa mendatang.
Ia juga mengungkapkan bahwa sebelum menjadi Bupati, dirinya memiliki cita-cita untuk memindahkan lokasi rumah sakit ke tempat yang lebih representatif, serta mengalihfungsikan lokasi saat ini menjadi pusat rehabilitasi narkoba. Rencana tersebut didorong oleh tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Donggala.
Namun, kata dia, rencana relokasi tersebut kini ditunda karena di area rumah sakit telah dibangun beberapa fasilitas tambahan ruangan di RSUD ini. Pembangunan itu sebagian besar didanai oleh anggaran pemerintah pusat.
“Karena fasilitasnya sudah hampir lengkap, saya pikir perlu kita poles dan tingkatkan pelayanannya. Saya juga sudah minta bagian keuangan menghitung kebutuhan anggaran, dan saat ini konsultan perencanaan sudah mulai bekerja,” jelasnya.
Orang nomor satu di Donggala itu berharap RSUD Kabelota dapat menjadi rumah sakit yang lebih baik, tertata, dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Mudah-mudahan semua ini mendapat berkah dan kemudahan dari Allah SWT,” pungkasnya. (KB)




