PALU,netiz.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah meluncurkan gebrakan besar di sektor pendidikan dengan mendeklarasikan program Wajib Belajar 13 Tahun Plus Kuliah. Kebijakan ini dikukuhkan bertepatan dengan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) 2025–2029 di Gedung Wanita Bidarawasia, Senin (30/06/25).
Dalam sambutannya, Gubernur Sulteng, Dr. H. Anwar Hafid, menegaskan bahwa Pemprov kini telah mengambil alih seluruh pembiayaan pendidikan untuk jenjang SMA/SMK dan SLB melalui program BERANI Cerdas. Dengan begitu, tidak ada lagi alasan anak-anak putus sekolah karena masalah biaya.
“Saya ingin memastikan tidak ada anak-anak Sulteng yang berhenti sekolah hanya karena tidak mampu. Dengan BERANI Cerdas, semua biaya di SMA/SMK negeri kami tanggung, tanpa pungutan,” tegas Anwar Hafid di hadapan para kepala daerah dan stakeholder yang hadir.
Tak hanya di level SMA, Pemprov juga menyalurkan beasiswa kuliah bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu dan mahasiswa berprestasi. Hingga kini, tercatat sudah 2.000 pendaftar terverifikasi sebagai calon penerima, dan akan segera mendapatkan transfer dana beasiswa ke rekening masing-masing.
Program ini juga disinergikan dengan kebijakan pemerintah kabupaten/kota. Gubernur mengimbau agar pemda tingkat II menggratiskan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP, serta menyelaraskan anggaran pendidikan agar lebih fokus pada penguatan mutu.
“Saya yakin, dalam 10 tahun ke depan, akan ada satu sarjana di setiap rumah tangga di Sulawesi Tengah,” ucapnya penuh optimisme.
Langkah ini menjadi salah satu dari tiga fokus utama pembangunan yang ditegaskan gubernur dalam RPJMD 2025–2029, bersama dengan bidang kesehatan dan pendapatan rakyat. (KB/*)




