Menu

Mode Gelap

Daerah · 11 Jul 2024

Bawaslu Donggala Tolak Calon Perseorangan, Tim Hukum Siap Gugat ke PTUN dan DKPP


					Calon perseorangan Mahfud Kambay didampingi oleh kuasa hukumnya Syamsudin usai keputusan Bawaslu Donggala pada Rabu kemarin (10/07/24). photo: netiz.id (akib) Perbesar

Calon perseorangan Mahfud Kambay didampingi oleh kuasa hukumnya Syamsudin usai keputusan Bawaslu Donggala pada Rabu kemarin (10/07/24). photo: netiz.id (akib)

DONGGALA,netiz.id — Calon perseorangan Lamadjido dan Mahfud Kambay, yang diwakili oleh kuasa hukum Syamsudin, menyatakan kekecewaan mereka atas keputusan Bawaslu Donggala yang tidak meloloskan mereka dalam tahap verifikasi. Meskipun menghormati keputusan tersebut, mereka menegaskan akan mengambil langkah hukum lanjutan.

“Sejak awal, kami sudah menduga bahwa ini tidak akan diterima,” ungkap Syamsudin saat dikonfirmasi media ini pada Rabu kemarin (10/07/24) usai putusan Donggala di ruang sidang.

Pada tanggal 21 Juni, tim mereka telah mengajukan permohonan dengan objek Berita Acara Nomor 555. Kemudian, pada tanggal 27 Juni, mereka menyerahkan perbaikan. Namun, Bawaslu justru memberikan saran perbaikan kepada termohon terkait Berita Acara yang sama.

“Hal ini menunjukkan tidak adanya independensi Bawaslu sebagai majelis musyawarah,” tegas Syamsudin.

“Atas dasar semua alasan tersebut, kami akan membawa perkara ini ke Tata Usaha Negara () dan (DKPP),” tambahnya.

Langkah hukum ini menjadi upaya tim kuasa hukum untuk memperjuangkan hak klien mereka yang merasa dirugikan dalam proses verifikasi Bawaslu, demikian menurut Syamsudin.

Sementara itu, Mahfud Kambay menjelaskan beberapa poin yang menjadi keberatan mereka. Pertama, terkait jumlah yang diakui oleh Bawaslu. Menurutnya, jumlah yang sebenarnya jauh lebih banyak, namun tidak dipertimbangkan oleh Bawaslu.

“Kami sudah menunjukkan bukti bagaimana angka-angka tersebut berubah, namun tidak dipertimbangkan,” jelas Mahfud.

Kedua, terkait dukungan fisik. Sekitar 10.000 dukungan ditolak berdasarkan Surat Keputusan (SK) 815 yang dinilainya tidak memiliki dasar hukum kuat.

“KPU telah melanggar aturan karena dalam Keputusan Tim Terpadu (KTT) 532 disebutkan bahwa dokumen terlambat tidak menjadi pertimbangan penting,” papar mantan itu.

Ketiga, terkait rekapitulasi hasil pada 18 Juni . Mereka diundang pada jam 11 malam untuk menghadiri pleno rekapitulasi, namun undangan baru diterima pada jam 9:27 malam. Hal ini dinilai melanggar ketentuan tentang penyampaian undangan atau melanggar kode etik.

Keputusan KPU No. 532 Tahun 2024 menimbulkan kontroversi terkait pelaksanaan kegiatan rekapitulasi suara. Undangan untuk kegiatan tersebut disampaikan pada pukul 21.27 WITA, tanggal 18 Juni 2024, dengan jadwal kegiatan yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 23.00 WITA di hari yang sama. Namun, pada kenyataannya, kegiatan baru dilaksanakan pada pukul 00.30 WITA, tanggal 19 Juni 2024.

Meskipun demikian, tanggal yang tercantum pada Berita Acara Rekapitulasi tetap menggunakan tanggal 18 Juni 2024. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap Peraturan KPU No. 8 Tahun 2019 mengenai prosedur undangan KPU. Selain itu, penggunaan tanggal yang berbeda pada Berita Acara dinilai sebagai cacat hukum karena rekapitulasi sebenarnya dilakukan pada tanggal 19 Juni 2024, namun Berita Acara masih menggunakan tanggal 18 Juni 2024.

“Undangan seharusnya disampaikan minimal 3 hari sebelumnya,” tegas Mahfud. (KB)

Artikel ini telah dibaca 267 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi I DPRD Sulteng–KPID Duduk Bersama, Fokus Pengawasan Penyiaran

12 Januari 2026 - 14:05

DPRD SULTENG

DPRD Sulteng Dukung Penguatan Sinergi TNI AL melalui Kunjungan Kerja Komandan Komando

12 Januari 2026 - 13:46

DPRD SULTENG

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah