Menu

Mode Gelap

Daerah · 1 Feb 2026

Retret di Masjid, Cara Gubernur Anwar Hafid Tanamkan Moral dan Integritas Pejabat


					Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama jajaran kepala dinas mendengarkan arahan dan tausiyah dalam kegiatan retret kepala dinas yang digelar di Masjid Baitul Khairaat, Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, bersama jajaran kepala dinas mendengarkan arahan dan tausiyah dalam kegiatan retret kepala dinas yang digelar di Masjid Baitul Khairaat, Palu, Sulawesi Tengah. FOTO: Biro Adpim Pemprov Sulteng

,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah, Hafid, dinilai tidak hanya fokus membangun birokrasi yang profesional, tetapi juga menanamkan fondasi moral dan integritas di lingkungan Pemerintah Provinsi .

Penilaian tersebut mencuat seiring pelaksanaan retret yang di Masjid Baitul Khairaat, Palu. Kegiatan itu mendapat apresiasi dari Citra Institute, Efriza.

Menurut Efriza, langkah menunjukkan pendekatan kepemimpinan yang berbeda dan jarang dilakukan oleh kepala daerah lainnya. Retret yang dilaksanakan di masjid dinilai efektif dalam menggugah kesadaran etika dan tanggung jawab moral para sebagai pelayan publik.

“Retret di masjid ini menggambarkan bahwa Pak Anwar sedang membangun kesadaran moral dan integritas di jajaran pejabat Sulawesi Tengah,” ujar Efriza, Sabtu (31/01/26).

Ia menilai, Anwar Hafid tidak hanya menuntut kepala dinas memahami tata kelola pemerintahan, tetapi juga mendorong penguatan nilai moral, integritas, dan keyakinan dalam menjalankan tugas.

Pelaksanaan retret di masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Bumi Tadulako tersebut juga dinilai sebagai bentuk konsistensi Anwar Hafid dalam menjadikan nilai religius sebagai bagian penting dari kepemimpinan daerah.

Efriza menyebut, pendekatan tersebut memberikan dampak psikologis dan spiritual yang lebih mendalam dibandingkan pelaksanaan retret di tempat formal lainnya.

Selain memperkuat moral dan integritas, retret ini juga dinilai berperan penting dalam membangun soliditas dan kebersamaan antarkepala dinas. Kebersamaan ini menjadi modal strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan daerah secara efektif dan berkelanjutan.

“Pendekatan religius seperti salat dan mendengarkan tausiyah sering kali diabaikan oleh pejabat. Padahal, justru dari situ kebersamaan dan kesadaran moral bisa tumbuh,” tandasnya. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Pansus I DPRD Donggala Tinjau Aset SMPN 1 Rio Pakava, Tindak Lanjuti LHP BPK RI

6 Februari 2026 - 08:57

Pansus I DPRD Donggala

DPRD Sulteng Datangi DPRD Donggala, Bahas Infrastruktur, Pertanian, dan Perikanan

6 Februari 2026 - 06:28

DPRD SULTENG

Niat Jual Sabu ke Morowali, Dua Pemuda Diringkus Polisi di Jalur Trans Sulawesi

5 Februari 2026 - 18:37

Polda Sulteng

Gubernur Anwar Hafid Serukan Dukungan Penuh Pemda untuk Bank Sulteng

5 Februari 2026 - 17:31

Gubernur Anwar Hafid

Wagub Sulteng Panen Perdana Udang Vaname di Palu Utara, Dorong Program Berani Tangkap Banyak

5 Februari 2026 - 17:12

Wagub Reny Lamadjido

Desa Toaya Raih Apresiasi sebagai Calon Percontohan Desa Anti Korupsi Sulawesi Tengah

5 Februari 2026 - 16:40

Desa Toaya
Trending di Daerah