DONGGALA,netiz.id — Dinamika Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Donggala kian mengerucut setelah Ketua DPD Golkar Donggala periode 2020–2025, Subhi, secara resmi menarik diri dari pencalonan ketua periode 2025–2030.
Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Donggala digelar di Gedung Oasis, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, Senin (22/12/25), dan menjadi momentum penting konsolidasi internal partai berlambang pohon beringin tersebut.
Sebagai petahana sekaligus Anggota DPRD Donggala dari Fraksi Golkar, Subhi sejatinya masih memiliki peluang besar untuk kembali memimpin. Namun, ia memilih mengambil langkah legawa demi menjaga stabilitas dan kebersamaan di internal partai.
“Musda ini harus mengarah pada satu tujuan, yakni melahirkan pemimpin yang memiliki visi dan semangat yang sama untuk membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Donggala,” ujar Subhi kepada wartawan.
Ia mengakui, keputusan menarik diri dari kontestasi bukanlah hal mudah. Meski demikian, Subhi menilai kondusivitas organisasi jauh lebih penting dibandingkan ambisi pribadi.
“Secara peluang saya masih sangat besar, tetapi saya lebih mengutamakan stabilitas dan kebersamaan. Karena itu, saya memilih tidak bertarung kembali pada Musda ke-11 ini,” tegasnya.
Subhi juga mengapresiasi pimpinan sidang Musda yang telah memfasilitasi dialog antarbakal calon ketua. Menurutnya, keputusan yang diambil melalui forum tersebut merupakan langkah terbaik untuk menjaga soliditas Partai Golkar Donggala.
Berdasarkan data yang dihimpun media ini, sebelumnya terdapat tiga nama yang mencuat sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Donggala periode 2025–2030, yakni Subhi, Ketua Komisi I DPRD Donggala Muhammad Irvan, serta Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan.
Dengan mundurnya Subhi, peta kontestasi Musda Golkar Donggala dipastikan semakin mengerucut dan diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang solid guna menghadapi agenda politik ke depan. (KB/AN/AY)




