Menu

Mode Gelap

Daerah · 12 Des 2025

Gubernur Sulteng Dorong Peran Lembaga Adat dalam Harmoni Sosial dan Pelestarian Budaya


					Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Fahrudin, menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu tokoh adat pada Rapat Sinkronisasi Program Pelibatan Lembaga Adat dengan Pemerintah Daerah, Kamis (11/12/25). FOTO: istimewa Perbesar

Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Fahrudin, menyerahkan piagam penghargaan kepada salah satu tokoh adat pada Rapat Sinkronisasi Program Pelibatan Lembaga Adat dengan Pemerintah Daerah, Kamis (11/12/25). FOTO: istimewa

PALU,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah mendorong penguatan peran lembaga adat dalam menjaga harmoni sosial serta melestarikan lokal. Penegasan ini disampaikan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. Fahrudin, saat membuka Rapat Sinkronisasi Program Pelibatan Lembaga Adat dengan pada Kamis (11/12/25) di Hotel Swiss-Bel.

Membacakan sambutan tertulis Gubernur, Asisten Fahrudin menekankan bahwa lembaga adat merupakan pilar penting yang menopang identitas Sulawesi Tengah. Keberadaan lembaga adat dinilai memiliki kontribusi strategis dalam menjaga tatanan kehidupan sosial, memperkuat nilai budaya, serta memelihara kearifan lokal yang diwariskan -temurun.

“Penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat sangat diperlukan sebagai upaya menjaga harmoni sosial serta memastikan kelestarian budaya tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

Asisten Fahrudin menjelaskan bahwa pengakuan negara terhadap keberadaan peradilan adat menjadi bukti kuat peran lembaga adat dalam penyelesaian masalah di masyarakat. Peradilan adat, katanya, dapat memutus penyelesaian kasus-kasus tertentu melalui pemberian sanksi adat atau givu, sebagaimana dikenal dalam tradisi masyarakat Kaili.

Lebih jauh, pemerintah provinsi berharap lembaga adat turut dilibatkan dalam pelaksanaan pidana kerja sosial yang direncanakan berjalan efektif pada . Skema pemidanaan tersebut diharapkan menjadi alternatif yang lebih humanis dan restoratif bagi tindak pidana tertentu.

“Harapan saya, (BMA) dapat mengambil peran dalam implementasi pidana kerja sosial sehingga pelaksanaannya berjalan lebih kuat dan berakar pada kearifan lokal,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, Asisten Fahrudin juga menyerahkan piagam penghargaan kepada perwakilan kepolisian daerah, kejaksaan tinggi, dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM atas kontribusi institusi masing-masing dalam mendukung penyelenggaraan sidang peradilan adat di .

Selain itu, sejumlah seniman dan budayawan senior turut menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam memajukan seni dan budaya daerah. Di antara penerima penghargaan tersebut adalah Dr. H. Suaib Djafar, penyanyi Masriani Syukri, dan Laila Bahasuan.

Hadir mendampingi Asisten Fahrudin dalam kegiatan itu, Kadis Andi Kamal Lembah dan Sekretaris Adat, Ardiansyah Lamasitudju. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wakil Ketua Fraksi PKS, Takwin Tinjau dan Bantu Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 18:51

Takwin

Relawan PKS Bersihkan Rumah Lansia Korban Banjir di Desa Wani

14 Januari 2026 - 17:52

PKS SULTENG

Komisi I DPRD Sulteng Dorong Penganggaran Honorarium KPID dan KI yang Proporsional

14 Januari 2026 - 12:49

DPRD SULTENG
Trending di Daerah