Menu

Mode Gelap

Daerah · 21 Okt 2025

Datang Tanpa Pengawalan, Rizky Lahadalia Jadi Sorotan di Karapan Sapi Palu


					Rizky Lahadalia (berbaju putih,kanan) bersama Muhammad Fathur Razaq ikut mencoba menunggang karapan sapi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, beberapa waktu lalu. FOTO: Berani Media Perbesar

Rizky Lahadalia (berbaju putih,kanan) bersama Muhammad Fathur Razaq ikut mencoba menunggang karapan sapi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, beberapa waktu lalu. FOTO: Berani Media

,netiz.id — Suasana di arena karapan Kelurahan , Kecamatan Tatanga, Kota Palu, berubah riuh pada akhir pekan lalu. Di antara derap langkah sapi yang berpacu di lintasan dan sorak sorai penonton, sosok muda yang mencuri perhatian warga , putra dari Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia.

Rizky datang tanpa pengawalan, tanpa atribut pejabat, dan tanpa jarak. Mengenakan pakaian kasual dengan gaya sederhana, ia duduk di antara warga, tertawa, dan menikmati jalannya bersama . Pemandangan itu menjadi bukti bahwa kesederhanaan masih bisa menjadi jembatan antara tokoh publik dan rakyat.

Tradisi karapan sapi di Duyu memang selalu menjadi magnet bagi masyarakat. Tahun ini, kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, yang turut memberi semangat kepada para peserta. Deru tanah, teriakan penonton, dan irama musik tradisional berpadu menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan.

Di sela-sela kegiatan, Rizky tampak berbincang akrab dengan , tokoh muda Sulawesi Tengah sekaligus Ketua Rembuk Pemuda, yang juga sahabat masa kecilnya. Keduanya berbagi tawa dan menyapa warga di tepi arena.

“Rizky datang tanpa pengawalan, tanpa formalitas. Ia hanya ingin merasakan langsung suasana kebersamaan masyarakat. Ini contoh nyata kesederhanaan seorang tokoh muda,” ujar Fathur.

Warga yang hadir pun antusias. Banyak yang tak menyangka putra pejabat nasional itu begitu membumi. “Anaknya Pak Bahlil itu? Wah, ramah sekali. Tidak ada kesan sombong,” kata salah seorang warga dengan senyum kagum.

Hingga akhir lomba, Rizky tetap berada di tengah masyarakat menyemangati peserta, berfoto bersama warga, dan ikut tertawa saat beberapa momen lucu terjadi di arena. Kehadirannya seolah menjadi simbol bahwa kedekatan dengan rakyat tak harus ditunjukkan lewat pidato, melainkan melalui kehadiran yang tulus dan sederhana.

Di Duyu hari itu, Rizky Lahadalia bukan hanya penonton karapan sapi, tetapi juga cermin figur muda yang memahami arti kebersamaan dan nilai budaya lokal. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 145 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Muhammad Iqbal–Abdullah K Mari Kembali Pimpin AMSI Sulteng Periode 2026–2030

10 Januari 2026 - 15:52

AMSI SULTENG
Trending di Daerah