Menu

Mode Gelap

Daerah · 7 Agu 2025

Kepala Daerah se-Sulteng Dapat Pencerahan Antikorupsi dari KPK


					Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama kepala daerah dan se-Sulawesi Tengah saat menghadiri sosialisasi antikorupsi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (06/08/25). FOTO: istimewa Perbesar

Gubernur Sulteng Anwar Hafid bersama kepala daerah dan se-Sulawesi Tengah saat menghadiri sosialisasi antikorupsi di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (06/08/25). FOTO: istimewa

,netiz.idGubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memimpin rombongan kepala daerah se-Sulteng menghadiri dan penguatan antikorupsi yang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (06/08/25) di Merah Putih, Jakarta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut para bupati, wali kota, dan ketua DPRD kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kolektif memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bertanggung jawab di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.

“Kami datang untuk menyelaraskan langkah pemberantasan korupsi dari pusat hingga ke daerah. Ini bentuk komitmen kami terhadap integritas,” tegas Gubernur Anwar Hafid melalui akun media sosialnya, Kamis (07/08/25).

dua periode itu menekankan bahwa integritas harus menjadi pondasi utama dalam menjalankan pemerintahan. Ia juga menyatakan siap mendukung penuh langkah-langkah KPK dalam mendorong reformasi birokrasi di daerah.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak memberikan pengarahan langsung kepada para kepala daerah dan pimpinan legislatif. Tanak yang juga mantan Kepala Sulawesi Tengah menyoroti pentingnya moralitas dalam jabatan publik.

“Saya malu kalau daerah saya banyak korupsi. Rapat ini diadakan karena rasa sayang kami terhadap bapak-ibu sekalian. Apa pun yang disembunyikan, pasti ketahuan. Alat kami di KPK sudah sangat canggih,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para kepala daerah untuk kembali membaca dan menghayati sumpah jabatan. Menurutnya, sumpah itu bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen moral yang harus dijaga.

Lebih lanjut, Johanis Tanak menyampaikan bahwa korupsi dalam pelayanan publik kini menjadi perhatian serius. Oleh karena itu, KPK mendorong antikorupsi masuk ke dalam kurikulum sejak tingkat sekolah dasar.

“Ke depan, pendidikan antikorupsi akan masuk dalam kurikulum, agar sejak dini masyarakat memahami nilai-nilai integritas,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara dan KPK dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan berintegritas di Sulawesi Tengah. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah