Menu

Mode Gelap

Daerah · 29 Jul 2025

“BERANI Menyala”: Gubernur Sulteng Genjot Akses Listrik Hingga Pelosok


					Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid (tengah), memimpin rapat koordinasi internal sektor energi dan pertambangan yang berlangsung di Aula Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (28/07/25). FOTO: istimewa Perbesar

Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid (tengah), memimpin rapat koordinasi internal sektor energi dan pertambangan yang berlangsung di Aula Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah, Senin (28/07/25). FOTO: istimewa

,netiz.idPemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mengakselerasi pemerataan energi listrik melalui program unggulan bertajuk Menyala”. Program ini merupakan bagian dari visi Nawacita BERANI yang menjadi arah pembangunan daerah hingga tahun 2029, dengan fokus utama memperluas akses listrik di desa-desa terpencil yang belum teraliri jaringan PLN.

Langkah tersebut ditegaskan Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Hafid, saat memimpin rapat koordinasi internal sektor energi dan pertambangan di Aula Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (28/7/2025). Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas ESDM Ajen Kris dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Dr. Yoppy Patiro.

“Program adalah bentuk komitmen kita untuk menghadirkan keadilan energi. Tidak boleh ada lagi desa yang tertinggal karena gelap,” tegas Gubernur Anwar dalam arahannya.

Program ini, lanjutnya, akan menjadi prioritas yang digenjot selama lima tahun ke depan dengan penuh dari PT PLN dan berbagai instansi terkait. Pemprov menargetkan seluruh desa di Sulawesi Tengah dapat menikmati listrik yang layak dan berkelanjutan.

Selain soal listrik, Gubernur Anwar Hafid juga menyoroti pentingnya tata kelola sektor pertambangan yang lebih baik. Ia mendorong penerapan kaidah pertambangan yang mengedepankan keselamatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan .

Dalam kesempatan itu, Pemprov juga mengumumkan rencana pembentukan (Satgas) Pertambangan dan Lingkungan Hidup yang bertugas menyelesaikan konflik pertambangan dan menangani isu-isu lingkungan yang mengemuka di masyarakat.

Gubernur turut menyoroti persoalan penambangan tanpa izin (PETI) yang masih marak. Ia menginstruksikan Dinas ESDM segera menyusun pedoman penanganan PETI secara legal dan terstruktur. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah skema kemitraan antara penambang rakyat dan Koperasi Merah Putih sebagai legalisasi yang berpihak pada masyarakat .

Menutup arahannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya sinergi lintas sektor. Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak bekerja secara sektoral dan terpisah, tetapi saling terhubung dalam mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

“Tidak Ada Jabatan Basah dan Kering”, Anwar Hafid Tantang Pejabat Pemprov Sulteng Berinovasi

15 Januari 2026 - 20:18

Gubernur Sulteng, ANwar Hafid

Sekretaris DPRD Sulteng Dorong Kinerja Aparatur pada Pelantikan Pejabat Eselon III dan IV

15 Januari 2026 - 19:59

Sekwan DPRD SULTENG

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah