KOLONODALE,netiz.id – Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menyampaikan kabar menggembirakan terkait perkembangan pembangunan desa di wilayahnya. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2025, tidak ada lagi desa berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal di Kabupaten Morowali Utara.
“Pada 2021, saat kami pertama kali memimpin Morut, masih ada 37 desa tertinggal. Namun mulai 2024, status tersebut sudah tidak ada lagi. Tahun ini, kita resmi nihil desa tertinggal,” ungkap Bupati Delis usai menandatangani dokumen hasil verifikasi dan validasi IDM Morut 2025 di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat (25/07/25).
Peningkatan signifikan juga terjadi pada jumlah desa berstatus Mandiri, yang melonjak dari 33 desa pada tahun 2024 menjadi 41 desa di tahun 2025. Sementara desa Maju tercatat sebanyak 45 desa, dan desa Berkembang 36 desa.
Menurut Bupati Delis, capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, mulai dari pemerintah desa dan kecamatan, hingga arahan teknis dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Morut.
“Oleh karena itu, kita perlu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pemerintah desa, BPD, dan seluruh masyarakat atas prestasi ini,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas PMD Drs. Andi Parenrengi, Sekretaris Dinas PMD Charles Natanael Toha, S.Sos, M.Si, Ketua PAPDESI Morut Robert Ovan Podengge, S.AP, dan Sekretaris PAPDESI Ferdinand Moenggo, S.Th, M.Pd. Penandatanganan hasil verifikasi IDM juga dilakukan oleh Kepala Bappelitbangda dan Koordinator Tenaga Ahli Kabupaten.
Mengacu pada Permendes PDTT Nomor 2 Tahun 2016, desa berstatus Mandiri adalah desa maju yang mampu melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat desa.
Bupati Delis menegaskan bahwa keberhasilan ini juga ditunjang oleh pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan untuk menghubungkan wilayah desa satu dengan lainnya. Ia berharap, capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh perangkat desa agar terus meningkatkan kinerja demi kemajuan masyarakat.
“Ini adalah hasil dari kerja kolektif. Kita ingin membangun Morut dari desa, karena desa yang kuat adalah pondasi daerah yang maju,” tutupnya. (KB/*)




