Menu

Mode Gelap

Daerah · 12 Jul 2025

DPRD Palu Dorong RPJMD Responsif Gender dan Ramah Anak


					Ketua Pansus DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona, saat membacakan laporan hasil pembahasan RPJMD 2025–2029 dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Kota Palu, Sabtu (12/07/25). FOTO: netiz.id Perbesar

Ketua Pansus DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona, saat membacakan laporan hasil pembahasan RPJMD 2025–2029 dalam rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Kota Palu, Sabtu (12/07/25). FOTO: netiz.id

,netiz.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu melalui Panitia Khusus (Pansus) pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029 menekankan pentingnya dokumen perencanaan yang inklusif, responsif gender, dan ramah .

Ketua Pansus, Mutmainah Korona, menyampaikan hal tersebut dalam rapat paripurna DPRD Kota Palu yang digelar di ruang sidang utama pada Sabtu (12/7/2025). Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa meskipun masa kerja Pansus dijadwalkan selama empat hari, seluruh proses pembahasan berhasil diselesaikan lebih cepat, yakni dalam tiga hari.

“Meskipun waktu yang tersedia tergolong singkat, Pansus telah bekerja secara maksimal dan menyeluruh dalam membahas RPJMD ini,” ungkap Mutmainah.

Politisi Partai dari daerah pemilihan Palu Utara itu mengatakan, Pansus DPRD mengusulkan sejumlah penting, salah satunya adalah penambahan dasar hukum dalam dokumen RPJMD yang mencakup regulasi tentang pengarusutamaan gender, pembangunan berkelanjutan, hingga lingkungan hidup. Selain itu, Pansus juga menekankan pentingnya kebijakan yang ramah anak dan responsif terhadap kebutuhan perempuan.

Ia melanjutkan, rekomendasi lainnya mencakup penyempurnaan substansi pada Bab II dan Bab III RPJMD, seperti penguatan narasi sejarah kebencanaan di Palu, penyajian data terpilah berdasarkan gender dan kondisi sosial, serta terhadap operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Pansus juga menyoroti pentingnya proyeksi fiskal yang realistis serta kebijakan penanggulangan kemiskinan ekstrem yang berbasis data dan riset.

Dalam aspek pembangunan sosial, kata Mutmainah, Pansus mendorong serta pendidikan vokasional sebagai penopang sektor pariwisata. Evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah () dan perhatian terhadap ketersediaan lahan pemakaman umum juga masuk dalam poin-poin rekomendasi yang disampaikan.

“Seluruh rekomendasi ini kami harapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan RPJMD agar benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat Kota Palu yang inklusif dan berkeadilan,” tutup Mutmainah. (KB)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido

Wagub Sulteng Pimpin Rapat TPID, Siapkan Strategi Kendalikan Inflasi Jelang Ramadan

14 Januari 2026 - 19:15

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido
Trending di Daerah