Menu

Mode Gelap

Daerah · 2 Jul 2025

Fraksi PKS DPRD Sulteng Dorong Optimalisasi PAD dan Transparansi DBH Tambang


					Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Takwin. FOTO: netiz.id Perbesar

Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Takwin. FOTO: netiz.id

PALU,netiz.id — Fraksi (PKS) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah menyampaikan sejumlah catatan penting terhadap Nota Penjelasan Gubernur Sulawesi Tengah terkait () tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024. tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Sulteng yang digelar di Palu, Selasa (02/07/25).

Melalui juru bicaranya, Takwin, Fraksi PKS menyoroti capaian (PAD) yang dinilai masih memiliki ruang besar untuk ditingkatkan. Dari target PAD sebesar Rp2,251 triliun, realisasinya telah mencapai 93,94 persen. Meskipun tergolong tinggi, Fraksi PKS menilai bahwa pengelolaan sejumlah pos retribusi daerah masih dapat dioptimalkan.

Lebih lanjut, Takwin menyampaikan bahwa Fraksi PKS juga menegaskan pentingnya menggarap potensi kendaraan bermotor, khususnya kendaraan milik perusahaan yang hingga kini masih menggunakan pelat nomor dari luar daerah. Kondisi ini menyebabkan penerimaan pajak kendaraan tidak masuk ke kas daerah Sulawesi Tengah. Karena itu, Fraksi PKS mendukung langkah Gubernur untuk mengundang seluruh berdialog bersama DPRD guna membangun persepsi dan yang sama dalam rangka meningkatkan pendapatan daerah.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya Gubernur untuk membangun dialog bersama perusahaan tambang agar mereka berkontribusi nyata terhadap daerah ini,” ujar Politisi dari dapil Donggala-Sigi itu.

Mantan Ketua DPRD Donggala itu juga menyampaikan bahwa Fraksi PKS meminta penjelasan dari Gubernur mengenai perkembangan upaya Pemerintah Provinsi dalam memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor pertambangan dari pemerintah pusat, yang dinilai sangat penting untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah.

Tak hanya isu lokal, Fraksi PKS juga menyoroti dinamika global, terutama konflik terbuka antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat. Konflik ini diprediksi dapat berdampak pada inflasi global, khususnya akibat kenaikan harga gas dan minyak mentah. Oleh karena itu, Fraksi PKS mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah agar mulai menyusun langkah-langkah strategis dalam perencanaan anggaran tahun depan guna mengantisipasi dampak ekonomi yang mungkin terjadi.

Sebagai penutup, Fraksi PKS menyatakan menerima Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024 untuk dibahas lebih lanjut pada tahapan berikutnya. (KB)

Artikel ini telah dibaca 96 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Jembatan Lero Tergerus Banjir, Warga Harap Tindakan Cepat Pemerintah

12 Januari 2026 - 08:57

Jembatan Lero Donggala

Bukit Salena Dilirik Jadi Pusat Paralayang, Anwar Hafid Dorong Peran Anak Muda dan Pariwisata

12 Januari 2026 - 07:09

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Empat Desa di Tanantovea Terdampak Banjir, Warga Mengungsi Mandiri

12 Januari 2026 - 07:04

Banjir Tanantovea

Gubernur Anwar Hafid Tinjau Paralayang Bukit Salena, Siap Jadi Ikon Olahraga Dirgantara Sulteng

12 Januari 2026 - 06:24

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Tinjau Wisata Paralayang, Gubernur Anwar Hafid Salat Magrib di Bukit Salena

11 Januari 2026 - 06:48

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Geo Portal Jadi Andalan Pemprov Sulteng, Anwar Hafid: Ini Kebanggaan Daerah

10 Januari 2026 - 15:59

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid
Trending di Daerah