Menu

Mode Gelap

Daerah · 6 Mei 2025

Demi Sawah dan Air Bersih, Warga Dua Kecamatan di Morowali Turun ke Jalan


					Saat dimana massa melakukan aksi di kawasan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG), Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat. FOTO: Aum Perbesar

Saat dimana massa melakukan aksi di kawasan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG), Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat. FOTO: Aum

MOROWALI,netiz.id — Aksi demonstrasi yang digelar warga dari Kecamatan Witaponda dan Bumi Raya pada Senin, (05/05/25), di kawasan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG), Desa Topogaro, Kecamatan Barat, Kabupaten Morowali, berakhir dengan damai setelah tercapai antara , Pemerintah Daerah, dan pihak perusahaan.

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan warga terhadap rencana pembangunan jalur (crossing) menuju Karaopa yang direncanakan untuk menyuplai air baku industri. Masyarakat khawatir tersebut akan berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bagi kebutuhan warga.

Asisten I Sekretariat Daerah , Rizal Badudin, yang hadir menemui pengunjuk rasa, menyatakan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen untuk menjaga kedaulatan pangan masyarakat Morowali. Ia menegaskan bahwa sekitar 80 persen penduduk Indonesia masih bergantung pada sektor pertanian.

“Kondisi ini tidak bisa diabaikan. Masalah yang muncul saat ini harus disikapi secara serius dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Rizal juga menjelaskan bahwa izin terkait pembangunan jalur pipa tersebut telah dikeluarkan oleh . Oleh karena itu, Bupati Morowali akan segera melakukan pembahasan bersama pemerintah provinsi dan menggelar pertemuan khusus dengan pimpinan perusahaan.

“Kalau saja kewenangan pemberian izin itu berada di tangan Pemerintah Kabupaten, tentu kejadian ini tidak akan terjadi,” tambahnya.

Menanggapi tuntutan warga, Pemerintah Daerah telah meminta PT BTIIG untuk menghentikan sementara seluruh proses pembangunan jalur pipa di Bendungan Karaopa hingga pembahasan lebih lanjut dilakukan.

Dari pihak perusahaan, External Manager PT Huabao Indonesia, Cipto Rustianto, menyampaikan bahwa pihaknya menghargai aspirasi warga dan menyatakan kesediaan untuk menunggu hasil pertemuan lanjutan.

“Manajemen memutuskan untuk menghentikan sementara proyek tersebut sambil menunggu hasil pertemuan bersama seluruh pihak pada 14 Mei mendatang,” ujar Cipto.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan atau antara Pemerintah Daerah, pihak perusahaan, dan perwakilan masyarakat akan digelar pada 14 Mei mendatang. Lokasi pertemuan direncanakan berlangsung di Kecamatan Witaponda atau Bumi Raya. (*)

Artikel ini telah dibaca 117 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Anwar Hafid Lantik 389 Pejabat Pemprov Sulteng, Tekankan Data, Digitalisasi, dan Prestasi

15 Januari 2026 - 17:01

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Komisi IV DPRD Sulteng Pastikan Program 2026 Selaras Kebutuhan Masyarakat

15 Januari 2026 - 14:02

DPRD SULTENG

Gubernur Anwar Hafid Paparkan Hilirisasi Kelapa dan Pariwisata Danau Paisupok ke Bappenas

15 Januari 2026 - 11:31

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Anwar Hafid Dorong Kolaborasi Pemprov Sulteng–ITB untuk Pendidikan, Riset, dan Tata Ruang

15 Januari 2026 - 08:03

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

Gubernur Sulteng Jajaki Kerja Sama Strategis dengan ITB, Fokus Beasiswa dan SDM

15 Januari 2026 - 06:25

gubernur sulteng, ANwar Hafid

Inflasi Sulteng Terkendali di Angka 3,31 Persen, TPID Perkuat Stok Pangan Hadapi Idul Fitri 2026

14 Januari 2026 - 19:32

Wagub Sulteng, Reny Lamadjido
Trending di Daerah