LINZ, NETIZ – Laga persahabatan pramusim di Austria membuahkan hasil pahit bagi raksasa Turki setelah skor Galatasaray vs Venezia berakhir telak 0-3. Bertanding di Hofmann Personal Stadion pada Senin 27/07, skuat asuhan Okan Buruk gagal membendung efektivitas serangan balik kilat yang diperagakan oleh tim asal Italia tersebut.
Galatasaray sebenarnya mendominasi penguasaan bola hingga 54 persen sepanjang pertandingan dengan Victor Osimhen sebagai ujung tombak. Namun, koordinasi pertahanan yang buruk membuat gawang mereka berkali-kali terancam oleh intensitas serangan lawan. Sepanjang laga, tercatat ada 26 tembakan yang dilepaskan ke arah gawang klub berjuluk Cim Bom tersebut.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-71 lewat aksi menawan John Yeboah yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga ini. Tak butuh waktu lama, Venezia FC langsung menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti Lion Lauberbach empat menit berselang. Lauberbach kemudian memantapkan kemenangan timnya dengan mencetak gol kedua pada masa injury time.
“Galatasaray menguasai permainan dengan umpan-umpan rapi, tetapi Venezia lebih klinis dalam penyelesaian. Efisiensi mengalahkan penguasaan bola,” kata Safet Begic, jurnalis Sofascore.
Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk tim Turki selama menjalani pemusatan latihan di wilayah Eropa Tengah tersebut. Meski sempat mendapat peluang emas lewat titik putih di menit ke-90, Baris Alper Yilmaz gagal memperkecil skor Galatasaray vs Venezia setelah bola berhasil ditepis kiper Matteo Grandi. Hasil ini memaksa tim pelatih melakukan evaluasi besar-besaran sebelum liga dimulai.
“Galatasaray kehilangan kedua laga uji coba di Austria, kalah 2-0 dari Monza dan 3-0 dari Venezia. Okan Buruk harus segera menemukan solusi sebelum musim dimulai,” tulis laporan Turkiye Today.
Bagi Venezia, kemenangan ini menjadi suntikan motivasi besar menjelang bergulirnya kompetisi Serie A musim 2026/27 mendatang. Sementara itu, performa lini depan Galatasaray yang masih tumpul meski diisi pemain bintang menjadi sorotan utama para pendukungnya. Skor Galatasaray vs Venezia ini menjadi pengingat bahwa penguasaan bola bukan jaminan kemenangan tanpa penyelesaian akhir yang tajam. (KB/*)





