Sabtu, 8 Agustus 2026

Ketum PSSI, Erick Thohir Dukung Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

rencana FIFA jual saham Piala Dunia
Ketum PSSI, Erick Thohir (tengah). FOTO: dok pribadi (IG)
rencana FIFA jual saham Piala Dunia
, (tengah). FOTO: dok pribadi (IG)

JAKARTA, NETIZ – Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rencana FIFA jual saham Piala Dunia melalui skema FIFA Football Enterprise atau FFE. Langkah besar ini menuai sorotan global karena melibatkan rencana privatisasi aset komersial sepak bola dengan nilai fantastis mencapai USD 20 miliar atau setara Rp324 triliun.

Erick Thohir menilai bahwa langkah yang diambil oleh induk organisasi sepak bola dunia tersebut merupakan strategi realistis untuk memperkuat pendanaan olahraga secara global. Menurutnya, rencana FIFA jual saham Piala Dunia akan memberikan dampak positif, terutama bagi negara berkembang yang membutuhkan dukungan finansial untuk pembangunan infrastruktur. FIFA sendiri menargetkan pendanaan awal sebesar USD 4,2 miliar melalui kemitraan dengan investor swasta.

“Kita harus realistis. Sepak bola dunia membutuhkan dana besar untuk berkembang. Jika FIFA membuka peluang investasi, negara-negara seperti bisa ikut menikmati manfaatnya,” kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, 30/07/2026.

Dukungan dari Indonesia ini muncul di tengah gelombang penolakan dari konfederasi sepak bola Eropa atau UEFA yang dipimpin oleh Aleksander Ceferin. Pihak UEFA menganggap bahwa aset sepak bola tidak seharusnya diperlakukan sebagai barang dagangan kepada pihak swasta. Meski demikian, FIFA tetap berambisi menjalankan skema ini demi menciptakan pemerataan kualitas sepak bola di seluruh dunia.

“Sepak bola bukan milik FIFA untuk dijual. Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset yang dapat diperdagangkan,” kata Aleksander Ceferin, Presiden UEFA.

Investor besar seperti J.P. Morgan dan Thrive Eternal disebut-sebut sebagai calon kuat yang akan menyuntikkan dana ke dalam proyek FFE. Bagi Erick Thohir, adanya aliran modal baru dalam rencana FIFA jual saham Piala Dunia dapat mempercepat pembangunan stadion standar internasional dan akademi sepak bola di air. Sikap pro-investasi ini diharapkan mampu membawa standar baru bagi tata kelola sepak bola nasional di masa depan.

Kontroversi ini menandai babak baru dalam industri olahraga dunia yang semakin komersial dan terbuka terhadap modal swasta. Meskipun ancaman boikot dari negara-negara Eropa sempat mencuat, FIFA tetap bahwa transformasi ini akan membawa manfaat ekonomi jangka panjang. Erick Thohir menegaskan bahwa Indonesia siap menangkap peluang tersebut demi kemajuan prestasi tim nasional di panggung dunia. (KB/*)