COMO, NETIZ – Como 1907 lolos Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah mengunci peringkat empat Serie A musim 2025/26 dengan raihan 71 poin. Pelatih Cesc Fabregas kini harus memutar otak guna mempersiapkan tim menghadapi kompetisi tertinggi Eropa tersebut di tengah keterbatasan jumlah pemain senior.
Keberhasilan Como 1907 lolos Liga Champions menjadi bukti nyata transformasi klub sejak diambil alih oleh Grup Djarum pada 2019 silam. Setelah bangkit dari kebangkrutan tahun 2016, klub yang bermarkas di Stadion Giuseppe Sinigaglia ini akhirnya melaju ke level elit Benua Biru. Keuntungan finansial sebesar 40 juta euro dari UEFA sudah menanti klub milik pengusaha asal Indonesia tersebut.
Untuk memperkuat tim, manajemen telah mendatangkan beberapa nama baru seperti Luis Milla, Mattia Liberali, dan Kaiki dari Brasil. Selain itu, klub dikabarkan sedang mengincar bek Chelsea yakni Trevoh Chalobah yang memiliki banderol harga sekitar 35 juta poundsterling. Fokus utama saat ini adalah menambah kedalaman skuad yang saat ini hanya dihuni oleh 16 hingga 17 pemain saja.
“Sepanjang hidup saya, bahkan ketika saya melakukan pergantian pemain, saya hanya mengandalkan firasat. Saya memiliki firasat sehari sebelum kami bermain melawan Parma bahwa dengan dua kemenangan, kami akan berada di Liga Champions,” kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Meskipun Como 1907 lolos Liga Champions, masa depan kiper Emil Audero justru masih menyisakan tanda tanya besar bagi para pendukung. Kiper berdarah Indonesia itu baru saja kembali dari masa pinjaman di Cremonese dan kini menjadi incaran utama klub Monza. Kehilangan Audero bisa menjadi kerugian bagi Como mengingat kontribusinya selama berada di kasta tertinggi sepak bola Italia.
“Saya menunjukkan kepada para pemain sebuah video seorang pesepeda yang berada di posisi keenam, tetapi dia mulai mengayuh pedal dengan kencang di sprint terakhir dan dia memenangkan perlombaan. Itulah yang kami lakukan musim ini,” kata Cesc Fabregas, Pelatih Como 1907.
Strategi transfer yang agresif di bawah pengawasan Como 1907 diharapkan mampu menutup celah kualitas pemain antar lini. Tantangan besar menanti Fabregas untuk menjaga momentum positif ini agar tim tetap kompetitif baik di liga domestik maupun kancah internasional. Debut bersejarah pada 25/08 nanti akan menjadi pembuktian sejauh mana efektivitas belanja pemain mereka di bursa transfer. (KB/*)





