ISTANBUL, NETIZ – Raksasa Turki, Galatasaray, harus menelan pil pahit setelah kalah 0-2 dari wakil Italia, Monza, dalam laga uji coba pramusim yang digelar di Istanbul pada 25/07. Hasil mengecewakan dalam pertemuan Galatasaray vs Monza ini menjadi perhatian serius tim kepelatihan sebelum kompetisi resmi dimulai.
Sepanjang jalannya pertandingan, juara Süper Lig musim 2025/2026 tersebut sebenarnya menguasai penguasaan bola. Namun koordinasi lini belakang Galatasaray SK terlihat belum maksimal sehingga memudahkan pemain lawan mencetak dua gol penentu kemenangan pada babak pertama dan kedua.
Kekalahan pada laga Galatasaray vs Monza ini menyoroti rapuhnya barisan pertahanan yang musim lalu sempat kebobolan banyak gol di kompetisi Eropa. Meski diperkuat pemain bintang sekelas Victor Osimhen dan Mauro Icardi, ketajaman lini serang belum mampu menembus rapatnya pertahanan wakil Italia tersebut.
“Kami harus belajar dari kekalahan ini. Pramusim adalah waktu untuk memperbaiki detail sebelum liga dimulai,” kata Okan Buruk, Pelatih Galatasaray.
“Kami tahu ekspektasi besar setelah juara liga. Kekalahan ini tidak boleh membuat kami kehilangan fokus,” kata Victor Osimhen, Striker Galatasaray.
Laga Galatasaray vs Monza menjadi pengingat bahwa status juara tidak menjamin kemenangan tanpa disiplin taktik yang kuat. Skuad asuhan Okan Buruk kini memiliki waktu terbatas untuk membenahi kekurangan sebelum terjun kembali ke persaingan ketat liga domestik dan fase grup Eropa. (KB/*)





