AMSTERDAM, NETIZ – Pertandingan persahabatan Ajax vs Burnley yang berlangsung di Johan Cruyff Arena pada Minggu (26/07) masih bertahan dengan skor kacamata hingga menit ketiga. Laga pramusim ini menjadi ajang penting bagi kedua kesebelasan untuk mematangkan strategi sebelum memasuki kompetisi resmi musim 2026/27.
Ajax Amsterdam tampil dengan formasi 4-3-3 di bawah arahan pelatih baru mereka, Michel. Setelah finis di posisi keempat Eredivisie musim lalu, tim raksasa Belanda ini sedang fokus melakukan regenerasi skuad. Kehadiran mantan pelatih Girona tersebut diharapkan mampu membawa angin segar bagi klub yang bermarkas di Johan Cruyff Arena tersebut.
“Kami ingin menggunakan laga persahabatan ini untuk menstabilkan tim dan memberi kesempatan kepada pemain muda,” kata Michel, Pelatih Kepala Ajax.
Di sisi lain, Burnley datang ke Belanda dengan misi membangun kembali kepercayaan diri setelah terdegradasi dari Premier League. Klub berjuluk The Clarets tersebut kini ditangani oleh Nicky Hayen yang baru menjabat sejak awal Juli. Duel Ajax vs Burnley ini merupakan ujian fisik pertama yang cukup berat bagi skuad Burnley sebelum mengarungi ketatnya persaingan di Championship.
“Kami tahu Ajax adalah tim besar dengan tradisi kuat. Pertandingan ini akan menjadi ujian penting bagi kami untuk melihat sejauh mana progres tim,” kata Nicky Hayen, Pelatih Burnley.
Pertemuan Ajax vs Burnley tergolong jarang terjadi mengingat perbedaan kasta kompetisi di musim-musim sebelumnya. Sepanjang awal babak pertama, Ajax terlihat lebih dominan dalam penguasaan bola untuk membongkar pertahanan rapat Burnley yang menggunakan pola 4-2-3-1. Kedua pelatih diprediksi akan melakukan banyak rotasi pemain pada babak kedua untuk menjaga kebugaran fisik.
Hingga saat ini, tensi permainan masih terjaga dengan tempo yang sedang. Laga Ajax vs Burnley diharapkan memberikan gambaran jelas bagi manajemen tim mengenai kesiapan pemain pelapis. Fokus utama dalam pertandingan ini bukan sekadar skor akhir, melainkan adaptasi taktik di lapangan hijau.





