PALU,netiz.id – Ketua Relawan BERANI (Bersama Anwar-Reny), Rizki Samadani, menyampaikan apresiasi terhadap penerapan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pilkada 2024. Ia menilai, kehadiran Sirekap sebagai inovasi digital merupakan langkah penting dalam meningkatkan transparansi dan keterbukaan proses demokrasi di Indonesia.
“Sistem rekapitulasi berjenjang dari desa hingga provinsi memang merupakan dasar hukum yang sah. Namun, Sirekap adalah alat penting yang memberikan informasi awal kepada masyarakat. Semangatnya adalah transparansi dan keterbukaan,” ungkap Rizki, Jumat (29/11/24).
Ia juga menegaskan bahwa KPU, sebagai lembaga publik, memiliki kewajiban untuk memberikan akses informasi secara real-time kepada masyarakat melalui alat bantu seperti Sirekap.
Mantan Komisioner KPU Sulawesi Tengah, Yahdi Basma, SH, menjelaskan bahwa meskipun Sirekap merupakan aplikasi resmi KPU, hasil rekapitulasi manual tetap menjadi acuan legal dalam penentuan akhir hasil pemilu. “Secara legal, yang digunakan adalah rekapitulasi manual dan berjenjang berdasarkan formulir C-Hasil yang dihitung dalam rapat pleno terbuka,” ujarnya.
Sirekap sendiri menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR) untuk mendigitalisasi data penghitungan suara dari formulir C Plano di tempat pemungutan suara (TPS). Teknologi ini memungkinkan hasil suara dipublikasikan dengan cepat sehingga masyarakat dapat memantau hasil pemilu lebih transparan.
Paslon Nomor 2 Unggul di Sirekap
Hingga data masuk mencapai 96,72% di aplikasi Sirekap, pasangan calon nomor urut 2, Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido, unggul dengan perolehan 706.124 suara atau 45,03%. Di posisi kedua, pasangan Ahmad Ali – Abdul Karim Al Jufri memperoleh 605.324 suara (38,60%), sementara paslon Rusdy Mastura – Sulaiman Agusto Hambuaka berada di urutan terakhir dengan 256.602 suara (16,36%).
Ketua KPU Sulawesi Tengah, Risvirenol, mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati proses penghitungan suara yang saat ini masih berlangsung. “Hasil resmi akan ditentukan melalui rekapitulasi manual. Mari kita percayakan proses ini pada mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Sementara itu, Rizki Samadani melihat keunggulan sementara Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido sebagai sinyal kuat atas harapan masyarakat Sulawesi Tengah terhadap perubahan. “Kami tetap menunggu hasil resmi dari KPU, tetapi keunggulan ini menunjukkan dukungan besar masyarakat terhadap visi dan program BERANI,” katanya.
Relawan BERANI bersama tim pemenangan menyatakan komitmen untuk terus mengawal proses pemilu dengan menjaga integritas dan menghormati prinsip demokrasi. (*)