Menu

Mode Gelap

Nasional · 20 Feb 2025

Wamen ATR/Waka BPN Tekankan Pentingnya Reforma Agraria dalam Asia Land Forum 2025


					Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan. FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan. FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ossy Dermawan, menekankan pentingnya lintas sektor dalam mengatasi tantangan pengelolaan dan demi masa depan yang berkelanjutan dan adil. Hal ini disampaikannya dalam pidato kunci saat membuka Asia Land Forum 2025 yang berlangsung di Mercure Jakarta Batavia, Rabu (19/02/25).

Dalam pidatonya, Wamen Ossy menegaskan bahwa tanah adalah sumber daya yang semakin terbatas, sementara populasi di kawasan Asia terus bertambah dan meningkatkan permintaan terhadap lahan untuk berbagai keperluan.

“Tanah adalah sumber daya yang terbatas, dan kenyataan ini sangat kontras dengan jumlah populasi yang terus berkembang serta meningkatnya permintaan akan tanah,” ujar Wamen Ossy.

memiliki luas daratan sekitar 190 juta hektare, dengan 120 juta hektare di antaranya merupakan kawasan hutan, sementara 70 juta hektare lainnya berada di bawah kewenangan Kementerian ATR/BPN. Dari total luas tersebut, hampir 56 juta hektare atau 80 persen telah terdaftar dan bersertifikat.

Namun, di balik pencapaian tersebut, Indonesia masih menghadapi tantangan besar, seperti ketimpangan kepemilikan tanah, tumpang tindih pengelolaan, dan konflik agraria. Menurut Wamen Ossy, persoalan ini membutuhkan penyelesaian mendesak dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk (CSO).

Sebagai upaya mengatasi persoalan agraria, pemerintah terus mendorong Reforma Agraria melalui kebijakan redistribusi lahan serta kepastian hak atas tanah.

“Melalui Reforma Agraria, kita dapat memastikan kepastian hak atas tanah, redistribusi lahan, serta pengelolaan akses melalui kemitraan dengan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu langkah utama yang sedang digencarkan adalah implementasi Kebijakan Satu Peta, yang bertujuan untuk menyelaraskan peta antar kementerian dan sektor guna mengurangi tumpang tindih penggunaan lahan.

“Penyelarasan peta antar sektor akan mendukung pelaksanaan Reforma Agraria dan meminimalkan potensi konflik serta lahan,” tegasnya.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci utama dalam keberhasilan Reforma Agraria.

“Pemerintah bekerja sama dengan CSO telah mencapai kemajuan signifikan dalam penyelesaian lokasi prioritas Reforma Agraria. Dari 70 lokasi yang ditargetkan, 15.725 bidang tanah di 26 lokasi telah berhasil diselesaikan,” paparnya.

Wamen Ossy menegaskan bahwa keberhasilan Reforma Agraria tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat.

“Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk mempercepat penyelesaian masalah agraria. Kolaborasi semua pihak akan memastikan manfaat Reforma Agraria dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Asia Land Forum 2025 menjadi forum penting bagi negara-negara Asia untuk ide dan solusi terkait pengelolaan tanah yang berkelanjutan dan adil. Sebagai bentuk konkret komitmen bersama, dilakukan penandatanganan Joint Statement antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil, yang menegaskan nyata dalam Reforma Agraria, desa, serta penguatan koperasi rakyat guna mencapai kedaulatan pangan dan pengentasan kemiskinan.

Hadir dalam forum tersebut, Direktur Jenderal Penataan Agraria, , yang turut menjadi narasumber dalam diskusi panel, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Ditjen Penataan Agraria. (*)

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

ATR/BPN Tawarkan Skema HGB di Atas HPL, Solusi Konflik Lahan Puluhan Tahun di Jakarta

17 Februari 2026 - 05:29

menteri Nusron Wahid

ASN Diminta Aktif Jaga Citra Kementerian, Bagas Agung: Semua Pegawai adalah Humas ATR/BPN

17 Februari 2026 - 05:23

ATR BPN RI

BPHTB DKI Jakarta 2025 Tembus Rp3,9 Triliun, Nusron Wahid: Transaksi Tanah Luar Biasa

16 Februari 2026 - 08:06

Menteri Nusron Wahid

AHY Canangkan GALANG RTHB, Wamen ATR Ossy: RTHB Harus Jadi Inti Pembangunan Nasional

16 Februari 2026 - 07:51

Wamen Ossy

Menteri ATR BPN Serahkan 3.922 Sertipikat Aset Pemprov DKI, Selamatkan Aset Negara Rp102 Triliun

15 Februari 2026 - 06:27

Menteri Nusron Wahid

Bencana Aceh Tamiang, ATR/BPN Percepat Layanan Sertipikat Pengganti untuk Warga Terdampak

15 Februari 2026 - 06:19

Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Aceh Tamiang
Trending di Nasional