Menu

Mode Gelap

Nasional · 19 Jul 2025

Wamen ATR Ossy Dermawan: Reforma Agraria Harus Jadi Strategi Berkeadilan dan Berkelanjutan


					Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan Perbesar

Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan

JAKARTA,netiz.idWakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka ), Ossy Dermawan, menegaskan bahwa Reforma Agraria harus menjadi strategi pengelolaan ruang hidup yang adil, bijaksana, dan berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan saat membuka Webinar Diskusi Publik bertajuk “Pelaksanaan Reforma Agraria: Lampau, Kini, dan Mendatang” yang digelar pada Kamis (17/07/25).

Dalam keterangannya, Wamen Ossy menyatakan bahwa Reforma Agraria bukan sekadar pembagian , melainkan sebuah upaya untuk memperbaiki struktur agraria, membangun harapan masyarakat, dan menciptakan keadilan sosial secara menyeluruh.

“Reforma Agraria adalah warisan dan juga amanah untuk masa depan. Ia bukan hanya soal membagi tanah, tetapi soal memperbaiki, membangun harapan, dan menciptakan keadilan,” tegas Ossy.

Lebih lanjut, ia memaparkan lima arah kebijakan utama dalam pelaksanaan Reforma Agraria ke depan. Pertama, pentingnya memahami tantangan demografis dan ekologis yang kian kompleks di tengah keterbatasan lahan. Kedua, perlunya model Reforma Agraria yang adaptif, responsif, dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi dan kolaborasi lintas sektor.

Ketiga, dalam konteks pengelolaan , ia menekankan pentingnya menjunjung prinsip keadilan sosial dan transparansi, termasuk pemenuhan alokasi minimal 30% lahan Bank Tanah untuk Reforma Agraria sesuai peraturan perundang-undangan.

“Jangan sampai Reforma Agraria hanya dianggap agenda pelengkap. Ini harus menjadi prioritas dalam nasional,” ujarnya.

Keempat, Ossy mendorong penguatan pemberdayaan masyarakat penerima manfaat Reforma Agraria agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Kelima, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam mewujudkan Reforma Agraria yang berkeadilan.

Webinar ini diselenggarakan atas antara Direktorat Jenderal Penataan Agraria dan Badan Pengembangan (BPSDM) Kementerian .

Kepala BPSDM, Agustyarsyah, dalam sambutannya menyebutkan bahwa diskusi publik ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat tentang perjalanan Reforma Agraria, baik dari sisi legalisasi dan redistribusi tanah, maupun dari aspek pemberdayaan masyarakat.

Turut hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, Dirjen Penataan Agraria , Guru Besar Hukum Agraria UGM Maria S.W. Sumardjono, Ketua Persatuan Pensiunan Agraria dan Pertanahan Yuswanda A. Temenggung, serta Sekjen KPA Dewi Kartika. Acara ini dimoderatori oleh Dosen Hukum UGM, Nurhasan Ismail. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Menteri Nusron Wahid: 2026 Tak Boleh Ada Lagi Berkas Pertanahan Menumpuk

15 Januari 2026 - 06:30

nusron Wahid

Wamen ATR/BPN Tekankan Kekompakan Internal untuk Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

15 Januari 2026 - 06:19

Wamen Ossy Dermawan

Sekjen ATR/BPN Tekankan Pentingnya Penyelarasan Kompetensi SDM

14 Januari 2026 - 19:24

ATR BPN RI

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI
Trending di Nasional