Menu

Mode Gelap

Nasional · 11 Jun 2025

Wamen ATR/BPN: Legalitas Lahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Hilirisasi Nasional


					Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan (tengah), memberikan paparan dalam kegiatan Kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXV Tahun Anggaran 2025 dari LEMHANNAS RI, di Aula PTSL Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (10/06/25). FOTO: istimewa Perbesar

Wakil Menteri ATR/Waka BPN, Ossy Dermawan (tengah), memberikan paparan dalam kegiatan Kunjungan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXV Tahun Anggaran 2025 dari LEMHANNAS RI, di Aula PTSL Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Selasa (10/06/25). FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka ), Ossy Dermawan, menegaskan pentingnya peran legalitas dan penataan ruang dalam mendukung proses hilirisasi nasional. Hal itu disampaikannya saat menerima Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan XXV Tahun Anggaran dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (), Selasa (10/06/25).

Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Ossy menjelaskan bahwa hilirisasi tidak hanya membutuhkan kebijakan industri, tetapi juga dukungan kuat dari aspek agraria dan tata ruang. Ia menekankan bahwa tanpa kepastian hukum atas serta rencana tata ruang yang matang, para investor akan ragu untuk menanamkan modal di Indonesia.

ini bukan hanya mengawal legislasi dan kepastian hukum atas tanah dan ruang, tetapi juga memastikan keadilan agraria serta penataan ruang nasional. Semua itu menjadi fondasi utama bagi proses hilirisasi di negara kita,” ujar Ossy Dermawan.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan proses peningkatan nilai tambah dari bahan mentah menjadi produk setengah jadi atau jadi. Namun, kata dia, pertanyaan mendasarnya adalah di mana proses tersebut dilakukan, dan apakah tanah serta tata ruangnya sudah siap dan bersih dari konflik.

“Apakah tanahnya sudah tersedia? Apakah tata ruangnya sudah sesuai? Dan apakah status lahannya sudah clear and clean? Ini yang perlu dipastikan sejak awal,” tegasnya.

Sementara itu, Tenaga Profesional Bidang Politik RI, Kup Yanto Setiono, mengatakan kunjungan ke Kementerian ATR/BPN merupakan bagian dari rangkaian program P3N yang bertujuan memperdalam pemahaman peserta terhadap fungsi strategis kementerian/lembaga negara.

“Kami ingin mendapatkan informasi yang komprehensif terkait tugas dan fungsi Kementerian ATR/BPN, isu-isu strategis, serta yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran lanjutan,” kata Kup Yanto.

Kegiatan ini diikuti oleh 11 peserta P3N LEMHANNAS RI dan turut dihadiri oleh pejabat pimpinan tinggi madya serta pratama di lingkungan Kementerian ATR/BPN. (*)

Artikel ini telah dibaca 27 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

ANRI Apresiasi ATR/BPN Libatkan Taruna STPN Percepat Restorasi Arsip di Aceh Tamiang

14 Februari 2026 - 06:43

ATR BPN RI

Perpres 4/2026 Resmi Terbit, Pemerintah Kunci 3,8 Juta Hektare Lahan Sawah Dilindungi di 8 Provinsi

13 Februari 2026 - 07:12

Menteri Nusron Wahid

Nusron Wahid Pulihkan 717 Sertipikat Transmigran di Kotabaru, IUP Perusahaan Dibekukan

12 Februari 2026 - 06:34

Nusron Wahid

ATR/BPN Perketat Tata Ruang, Lahan Pangan Di-freeze demi Dukung Program Prioritas Presiden Prabowo

12 Februari 2026 - 06:24

ATR BPN RI

Pemerintah Rilis Aturan Sekolah Ramadan 2026, Ini Skema dan Libur Lebaran

11 Februari 2026 - 08:22

Sekolah Dasar

KKNP-PTLP STPN Dinilai Strategis, Wamen ATR/BPN: Siapkan SDM Unggul Pertanahan

11 Februari 2026 - 07:49

Wamen Ossy Dermawan
Trending di Nasional