Senin, 16 Maret 2026

Sertipikat Elektronik Diklaim Tidak Aman, Menteri ATR/BPN: Itu Berita Sesat!

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid. FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan Sertipikat Elektronik tidak aman adalah informasi yang menyesatkan. Pernyataan ini ia sampaikan dalam acara Bincang Isu Pertanahan dan Tata Ruang Bersama Menteri ATR/Kepala BPN di Aula Prona, Jakarta, pada Jumat (21/02/25).

Menurut Nusron, sistem keamanan Sertipikat Elektronik sudah dirancang dengan teknologi canggih yang memiliki perlindungan berlapis. Dengan cadangan data di lima lokasi berbeda serta firewall yang kuat, ia memastikan tidak ada celah bagi peretas untuk menghapus atau membobol data tersebut.

“Sertipikat Elektronik memiliki sistem cadangan berlapis. Jika terjadi peretasan, tidak mungkin semua data hilang. Berbeda dengan sertipikat fisik yang rentan terhadap pencurian, kebakaran, atau bencana lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nusron Wahid menilai bahwa isu ini sengaja diembuskan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin melemahkan kepercayaan publik terhadap sistem digital pemerintah. Ia menyebut hal ini sebagai upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang saat ini semakin kuat dan dipercaya masyarakat.

“Karena pemerintahan sekarang solid dan memiliki dukungan kuat dari parlemen serta rakyat, ada pihak yang merasa terancam dan mencoba menggoyahkan kepercayaan masyarakat dengan menyebarkan informasi keliru,” tegasnya.

Dalam acara tersebut, Menteri ATR/BPN turut didampingi oleh Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, serta sejumlah pejabat tinggi Kementerian ATR/BPN. Pemerintah terus berkomitmen untuk memperkuat sistem pertanahan digital guna memberikan layanan yang lebih aman, cepat, dan transparan bagi masyarakat. (*)