Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Nov 2025

Menteri Nusron Sebut Sertipikat Elektronik Bawa Era Baru Keamanan Dokumen Pertanahan


					Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Nasional bertema penguatan sinergi digitalisasi dokumen pertanahan untuk mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan yang aman, efisien, dan terintegrasi, di Kantor OJK, Jakarta, Senin (17/11/25) FOTO: istimewa Perbesar

Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyampaikan arahan dalam Focus Group Discussion (FGD) Nasional bertema penguatan sinergi digitalisasi dokumen pertanahan untuk mendukung penyaluran kredit dan pembiayaan perbankan yang aman, efisien, dan terintegrasi, di Kantor OJK, Jakarta, Senin (17/11/25) FOTO: istimewa

JAKARTA,netiz.id — Upaya pertanahan yang digenjot Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ (ATR/BPN) semakin menunjukkan dampak luas. Tidak hanya memudahkan , penerapan Elektronik kini juga dinilai membawa angin segar bagi industri perbankan.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa Sertipikat Elektronik menjadi tonggak penting dalam menciptakan ekosistem pertanahan yang lebih aman, cepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Sertipikat Elektronik memastikan pertanahan lebih akurat, mudah ditelusuri, dan terlindungi. Ini membantu industri perbankan dalam melakukan pengecekan dan pembuktian jaminan secara cepat dan terpercaya,” ujar Nusron pada kegiatan bertajuk Digitalisasi Dokumen Pertanahan bagi Industri Perbankan di Kantor (OJK), Jakarta, Senin (17/11/25).

Menurut Nusron, digitalisasi dokumen pertanahan menjadi fondasi penting menuju modern yang mengutamakan kepastian hukum. Ia menegaskan bahwa transformasi ini dilakukan secara bertahap dan terukur agar benar-benar siap diandalkan oleh masyarakat maupun lembaga keuangan. “Tujuannya sederhana, memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan keamanan bagi lembaga keuangan,” tambahnya.

FGD yang dihadiri perwakilan OJK, perbankan, hingga pemangku kepentingan sektor keuangan itu membahas sinkronisasi sistem agar implementasi Sertipikat Elektronik semakin solid dan terintegrasi. Para peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai manfaat digitalisasi, mekanisme verifikasi berbasis data, hingga skema integrasi yang mendukung proses Hak Tanggungan.

Nusron menyebut, penyimpanan dokumen secara digital membuat keamanan data pertanahan meningkat signifikan. Risiko kerusakan fisik maupun pemalsuan dapat ditekan, sementara proses verifikasi dapat dilakukan lebih cepat berkat basis data nasional yang terhubung dengan sistem elektronik.

Di akhir sesi, Menteri ATR/Kepala BPN menyampaikan apresiasi kepada OJK dan industri keuangan atas aktif dalam penguatan layanan digital pertanahan. Ia berharap sinergi lintas sektor ini dapat mempercepat terwujudnya sistem pertanahan yang modern, aman, dan mampu berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

Wamen ATR/BPN: Sekolah Rakyat Bukti Negara Hadir untuk Anak Indonesia

14 Januari 2026 - 05:42

Wamen Ossy Dermawan

328 Ribu Hektare Lahan Swasembada di Papua Selatan Kantongi SK ATR/BPN

14 Januari 2026 - 05:36

Nusron Wahid

80 Persen Tanah Terdaftar, ATR/BPN Perkuat Pengawasan PPAT Lewat Pelantikan MPPP dan MPPW

13 Januari 2026 - 10:07

ATR BPN RI

Dorong Layanan Cepat dan Bersih, Wamen ATR Tinjau Kantor Pertanahan Mempawah

13 Januari 2026 - 06:30

Wamen Ossy Dermawan

Dari Konflik ke Kolaborasi, Desa Soso Bangkit Lewat Reforma Agraria

6 Januari 2026 - 06:00

ATR BPN RI

PELATARAN Jadi Solusi Warga Sibuk, Urus Tanah di Akhir Pekan Makin Mudah

6 Januari 2026 - 05:53

ATR BPN RI
Trending di Nasional