Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Nov 2025

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Tutup Celah Kongkalikong, Mafia Tanah Pasti Buyar


					Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta. FOTO: istimewa Perbesar

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, memberikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta. FOTO: istimewa

,netiz.id — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan (ATR/BPN), , kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi . Menurutnya, keberhasilan perang melawan kejahatan pertanahan tidak hanya ditentukan oleh penegakan hukum, tetapi terutama oleh keteguhan moral aparatur di internal untuk tidak terlibat dalam praktik kongkalikong.

Nusron menilai, berbagai langkah seperti , pembenahan tata kelola, hingga penguatan regulasi akan menjadi percuma jika masih ada celah kompromi dari dalam institusi.

“Selama jajaran BPN tidak mau diajak kongkalikong, mafia tanah pasti kabur. Mereka hanya bisa bergerak kalau ada pintu yang dibukakan dari dalam. Kalau kita menutup rapat celah itu, mereka buyar dengan sendirinya,” tegasnya.

Pernyataan Nusron tentang “sampai kiamat kurang hari mafia tetap ada” sebelumnya menuai perhatian. Ia meluruskan bahwa ungkapan itu bukan bentuk pesimisme, melainkan gambaran bahwa praktik kejahatan selalu berevolusi dan mencari celah, seperti halnya negara-negara modern yang terus berhadapan dengan pihak yang menjaga ketertiban dan pihak yang merusaknya.

Karena itu, ia menyebut strategi utama pemberantasan mafia tanah harus dimulai dari penguatan integritas aparatur. Mengejar pelaku penting, tetapi membangun benteng internal lebih penting.

“Kita berantas, mereka muncul lagi dengan bentuk berbeda. Yang berubah hanya modelnya, bukan niat jahatnya. Cara paling efektif menghadapi mafia tanah adalah memastikan orang BPN kuat, proper, dan tegas menegakkan ,” ujar Nusron.

Ia menekankan bahwa profesionalisme aparatur, kedisiplinan administrasi, serta kepatuhan penuh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) merupakan fondasi untuk menutup seluruh ruang permainan mafia tanah. Tidak boleh ada kompromi sekecil apa pun.

“Selama pejabat dan pegawai tidak mau diajak kongkalikong, mafia tidak akan bisa masuk. Mau sekeras apa pun mereka bergerak, kalau kita tidak tergoda, mereka pasti gagal,” imbuhnya.

Menteri ATR/Kepala BPN itu memastikan negara selalu hadir dalam penyelesaian persoalan pertanahan dan berupaya menjaga seluruh proses tetap objektif, transparan, dan sesuai hukum.

Nusron menutup dengan pesan tegas: membersihkan sektor pertanahan di harus dimulai dari keteguhan integritas internal ATR/BPN. Dengan aparatur yang bersih dan kuat, mafia tanah tidak akan menemukan tempat untuk beraksi. (KB/*)

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Writer

Baca Lainnya

ATR/BPN Terima Kunjungan Pejabat Pertanahan Malaysia, Bahas Transformasi Digital dan Sertipikat Elektronik

7 Desember 2025 - 08:29

ATR BPN RI

Menteri ATR/BPN Ingatkan Pengembang Jangan Bangun Perumahan di Lahan Sawah

7 Desember 2025 - 07:56

Nusron Wahid

Wamen ATR Tutup Rakor Mafia Tanah 2025: 90 Kasus Terselesaikan, Rp23,37 Triliun Aset Negara Diselamatkan

6 Desember 2025 - 09:49

ATR BPN RI

Komisi II DPR RI Dorong Transparansi dan Teknologi untuk Percepat Pemberantasan Mafia Tanah

6 Desember 2025 - 09:16

ATR BPN RI

Asep N. Mulyana Ingatkan: Banyaknya Orang Ditahan Bukan Lagi Ukuran Keberhasilan Penegakan Hukum

6 Desember 2025 - 09:01

Nusron Wahid

Kampung yang Bangkit dari Rob: Konsolidasi Tanah Ubah Wajah Karangsari

5 Desember 2025 - 16:38

Warga Kendal
Trending di Nasional