SURABAYA, NETIZ – Insiden kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di perairan utara Madura pada Minggu (02/08) pagi memicu situasi genting setelah nakhoda kapal dilaporkan hilang kontak. Kapal penumpang rute Surabaya ke Makassar tersebut tengah mengangkut ratusan orang saat api mulai melalap bagian dek kapal.
Pihak PT Atosim Lampung Pelayaran selaku operator segera menghubungi Kantor SAR Surabaya untuk meminta bantuan darurat. Laporan ini diajukan karena komunikasi dengan nakhoda terputus total setelah pesan pertama mengenai kondisi darurat diterima perusahaan.
Informasi awal mengenai peristiwa kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 ini pertama kali masuk ke petugas siaga pada pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak. Kondisi kapal yang membawa sekitar 250 orang penumpang dan kru tersebut membuat tim penyelamat bergerak cepat menuju titik koordinat.
“Pihak perusahaan kapal mendapat info dari nakhoda bahwa kapal terbakar di ujung utara Madura sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 WIB dan setelah itu nakhoda tidak dapat dihubungi kembali,” kata Nanang Sigit, Kepala Kantor SAR Surabaya.
Hilangnya kontak dengan pimpinan kapal membuat kepastian kondisi para penumpang menjadi sulit terpantau dari daratan. Saat ini, koordinasi intensif terus dilakukan dengan Syahbandar Tanjung Perak guna melacak posisi terakhir dan memastikan keamanan seluruh jiwa di atas kapal.
Hingga sore hari ini, proses evakuasi terkait musibah kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 masih terus berlangsung di tengah laut. Sejumlah armada bantuan telah dikerahkan ke lokasi untuk memindahkan penumpang yang terjebak dalam situasi darurat tersebut. (KB/*)





