JAKARTA, NETIZ – IHSG hari ini dibuka melemah signifikan ke kisaran level 6.185 hingga 6.196 pada Senin pagi (27/07) akibat kombinasi tekanan sentimen global dan pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan terpantau turun sebesar 118,88 poin atau sekitar 1,88 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan tajam pada Bursa Efek Indonesia ini dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia yang menembus 100 dolar AS per barel serta ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, kebijakan tarif impor baru dari Amerika Serikat menambah beban sentimen negatif bagi pergerakan IHSG hari ini di pasar modal.
Dari sisi domestik, mundurnya Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI menimbulkan ketidakpastian kebijakan moneter sehingga memicu aksi jual investor asing. Kondisi tersebut berimbas pada nilai tukar rupiah yang melemah ke posisi Rp17.955 hingga Rp17.990 per dolar AS pada perdagangan awal pekan ini.
“IHSG masih berpotensi menguat dengan kecenderungan terbatas. IHSG akan bergerak di level support 5.987 dan level resistance di 6.268,” kata Herditya Wicaksana, Analis MNC Sekuritas.
“Pengunduran diri Gubernur BI dapat memicu tekanan jangka pendek, meningkatkan volatilitas dan sikap risk-off. Koreksi diperkirakan terbatas 1 hingga 2 persen jika kepastian kebijakan cepat tercapai,” kata Elandry Pratama, Branch Manager Panin Sekuritas.
Penurunan terdalam dialami oleh sektor consumer cyclical yang merosot hingga 3,04 persen serta sektor infrastruktur sebesar 1,55 persen. Saham BBCA tercatat turun 0,4 persen ke level Rp6.250, sementara saham BMRI terkoreksi 0,73 persen ke posisi Rp4.100 per lembar saham pada sesi pembukaan. (KB/*)





